Sonora Palembang – Artificial Intelegence (AI) pertama kali ditemukan oleh John McCarty tahun 1956 dan setelah itu perkembangan teknologi tersebut bergerak dengan sangat cepat.
Pengembangan AI untuk memudahkan kehidupan manusia salah satunya adalah dibidang bisnis maka oleh sebab itu Universitas MDP hari ini sabtu (18/05/2024) menyelenggarakan seminar “Pemanfaatan AI untuk Pengembangan Bisnis” di Aula lantai Universitas MDP.
Rektor Universitas MDP Dr Johannes Petrus, S.Kom., M.T.I dalam sambutan pembukaan mengatakan saat ini semua aktifitas kita sehari-hari serba menggunakan AI sehingga kita tidak pernah terlepas AI.
“AI saat ini sudah mendominasi semua aktifitas kita sehari-hari salah satunya untuk memudahkan aktifitas kita” kata Dr. Johannes Petrus, S.Kom., M.T.I
Lebih lanjut Johannes mengungkapkan Universitas MDP sebagai lembaga pendidikan juga menggunakan aktifitas pengajarannya dengan menggunakan AI dimana semua mahsiswa dari berbagai jurusan yang ada harus memahami AI.
Seminar ini ujar Johannes merupakan andil dari MDP untuk mengenalkan AI lebih lanjut ke mahasiswa, pelajar dan undangan seminar lainnya.
Dalam seminar ini Universitas MDP menghadirkan pembicara Ketua Indonesia Artificial Intelegence Society (IAIS) Dr. Ir Lukas, MAI, CIZA, IPM, mengusung tema “Pemanfatan AI untuk Pengembangan Bisnis”.
Menurut Lukas revolusi industri merupakan titik awal dari dunia bisnis sedangkan saat ini adalah revolusi industri Society 5.0 dan industri 4.0, dimana revolusi industri saat ini semua bisnis menggunakan teknologi dengan memanfaatkan teknologi cyber dan teknologi informasi.
“Saat ini adalah revolusi industri Society 5.0 dan industri4.0 dimana saat ini semua bisnis menggunakan teknologi cyber dan teknologi informasi,”ujar lukas.
Munurut lukas teknologi mempunyai manfaat yang baik bagi manusia ketika tekknologi sudah mensejahterakan manusia teknologi AI bisa menjadi sahabat mausia.
“AI bisa bermanfaat dan bersahabat bagi manusia ketika teknologi bisa mensejahterakan manusia,” ujar lukas.
Lebih lanjut lukas mengungkapkan tekknologi terus berkembang dan berdampak bagi masyarakat luas termasuk bisnis sehingga generative AI seperti chatgpt dan lain-lain hanya menjadi assistive teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan bisnis.
Lukas mengingatkan AI tetap memiliki resiko seperti privasi maka semua kontrol ada ditangan manusia.
” AI hanyalah alat untuk membantu manusia sehingga semua kontrol terhadap teknologi AI sepenuhnya ada ditangan manusia, “tutup Lukas.
