
“ Palembang zona merah. Agar mematuhi PPKM mikro, bisa menjaga diri. Lebih wajib menjaga diri daripada Sholat berjamaah Idul Adha di masjid, mushola atu lapangan agar menjaga prokes. Jangan memudharatkan diri sendiri dan orang lain. Sholat Idul Adha masing-masing, menjaga kesehatan masyarakat supaya jangan kena covid,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini menjaga diri lebih wahid ketimbang Sholat Idul Adha di masjid, mushola karena hari-hari ini penularan covid meningkat, kematian juga meningkat di Sumsel.
“ Dalam agama, taat kepada ALLAH SWT, Rasulullah SAW dan pemerintah yang sah baik ditingkat propinsi, ataupun kabupaten kota. Khusus kaum nahdliyin yang ada di Sumsel, saya selaku ketua PWNU Sumsel menyarankan agar menaati pemerintah. masyarakat Sumsel agar menjaga diri agar jangan sampai tertular varian delta yang dari India, yang cepat menular dan mematikan. Di Jakarta 200 sampai 300 penguburan dalam sehari,” tukasnya.
Ayo diam dirumah, taati pemerintah, agar masyarakat sumsel mematuhi prokes covid-19, supaya jangan terpapar varian delta. Sholat Idul Adha dirumah karena hukumnya sunnah. “ Adapun Sholat Jumat penting, tapi cukup dirumah saja agar selamat dari malapetaka covid-19,” ujarnya.
Menjaga diri sendiri, keluarga dan masyarakat dengan taat protocol kesehatan dan memakai masker. RT/RW dapat memerintahkan warganya untuk mematuhi prokes dan PPKM mikro. Masyarakat diharapkan juga saling membantu bila ada tetangganya yang sedang isolasi mandiri dengan saling memperhatikan.
Sholat Idul Adha dirumah tidak masalah karena ini adalah sholat sunnah. Duduk dengan keluarga sambil bertakbir, berceramah dan saling mengingatkan agar jangan melanggar prokes dan lain-lain. Silaturahmi juga sebaiknya ditiadakan karena covid masih massif.
“ Kepada seluruh masyarakat, umumnya kepada para agamawan Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, konghucu, mari sama-sama menaati aturan prokes PPKM agar jangan sampai terjadi persoalan yang mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. PPKM harus ditaati, dan khususnya kaum nahdliyin di Sumsel mari taati peraturan pemerintah, sebab bila tidak ada aturan maka rusaklah bangsa. Kita harus taat dengan ulama dan pemerintah disemua tingkatan,” tukasnya.
Penulis : jati
Sumber foto : tribun sumsel