SONORA PALEMBANG – Dimasa pandemi, pemberian imunisasi pada anak sedikit terhambat akibat masyarakat enggan keluar rumah karena takut tertular covid -19, Dr. Salma Kamaruddin Sp.A, M.Kes dalam acara Bincang Dokter (9/11/2020) mengatakan bahwa beberapa langkah telah dilakukan agar imunisasi tetap berjalan, meskipun ditengah pandemi.
” pertama bisa membuat janji terlebih dahulu dengan dokternya agar tidak menunggu lama di rumah sakit, diusahakan anak tidak lari lari atau digabung dengan yang sakit, menggunakan face shield, dan untuk orang dewasa menggunakan masker. Menerapkan 3 M, menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, bahkan ada imunisasi drive thru, imunisasi dilakukan di dalam mobil, 1 orang yang mendaftar, dokter yang kemobil, beberapa fasker sudah melakukannya,” ujarnya.
ia menambahkan proses imunisasi tidaklah lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit.
” yang lama membujuk anaknya dan menguatkan mental orang tuanya,” imbuhnya.
ia mengatakan usai imunisasi tidak memiliki efek samping.
” istilahnya KIPI atau kejadian ikutan paska imunisasi seperti demam 1 hari, kalau demamnya tinggi bisa diberi penurun demam, bila tidak tinggi tidak perlu, untuk menciptakan kekebalan suhu tubuh harus hangat. Bila punya riwayat kejang atau step, diberikan penurun panas, jika dananya mencukupi bisa pilih vaksin yang tidak demam. Dampak lainnya nyeri di paha karena bekas suntikan,” ujarnya.
ia menambahkan saat imunisasi sebaiknya membawa buku perkembangan anak.
” sekaligus untuk memantau perkembangan anak, mencatat berat badan, tinggi badan, lingkar kepala. Lingkar kepala menggambarkan perkembangan otak,” ujarnya.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
