Site icon Sonora FM Palembang

Sumsel Masih Darurat Bencana Ekologi

Palembang Sonora – Memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel menggelar aksi simpatik di simpang 5 DPRD Sumsel. Puspita Indah Sari, Manager Kampanye WALHI Sumsel kepada Sonora (23/04/2021) mengatakan bahwa aksi simpatik ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar gemar menanam tanaman, mengingat banyak tutupan lahan di Sumsel yang telah hilang.

“ aksi diam di simpang 5 DPRD diikuti sekitar 31 organisasi pencinta alam. Ada 500 bibit tanaman buah yang dibagikan ke masyarakat. Ayo bersama sama kita menanam, kita tahu banyak tutupan lahan di Sumsel hilang,” tukasnya.

Ia menambahkan semua manusia yang tinggal di planet bumi harus merawat dan menjaga bumi.

“ bumi tidak baik – baik saja, aktifis lingkungan mengingatkan kita untuk menjaga bersama-sama bumi kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi umum secara umum sudah melebihi ambang batas. Sumsel saat ini masih darurat bencana ekologi. Sumsel dipenuhi korporasi yang mengakibatkan akumulasi menjadi bencana alam yang tidak terduga.

“ Pagar Alam, Lahat, OKI, Muba banyak mengalami kerusakan lingkungan dan lahan terbakar,” urainya.

Ia meminta pemerintah mengevaluasi izin usaha korporasi yang sudah melakukan kejahatan, melihat kembali perusahaan-perusahaan apakah sudah sesuai dalam melakukan eksploitasi alam.

“  mengecek kembali apakah korporasi itu apakah masih layak melakukan ekspolitasi,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama merawat lingkungan mulai dari menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan.

“ ayo rawat lingkungan, ajak orang lain, mulai dari penggunaan sampah dan penggunaan barang yang merusak lingkungan,” tukasnya.

 

Penulis : jati / endah

Sumber foto : google

 

Exit mobile version