Site icon Sonora FM Palembang

Tahun 2023, BKKBN Sumsel Optimis Raih Prestasi Baik dalam Rangka Penurunan Stunting

PALEMBANG SONORA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel mengaku optimis Sumsel akan meraih prestasi yang meyakinkan dalam rangka penanganan stunting pada tahun 2023.

Hal ini diungkapkan, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel, Medi Heryanto MH usai menghadiri Rapat Kerja Daerah/Forum Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting dengan tema “Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sumatera Selatan” Rabu (15/02) di Ballroom Novotel Palembang.

Medi menilai total 17 Kabupaten/Kota di Sumsel sudah sangat konsern dalam rangka penurunan kasus stunting.

Hal inilah yang membuatnya optimis, kasus stunting pada tahun 2023 ini dapat dicegah dan diturunkan.

“Kalau saya lihat di 17 kabupaten kota di Sumsel semuanya konsern dalam pencegahan dan penurunan stunting. Saya yakin dan percaya Sumsel tahun 2023 akan meraih prestasi dalam rangka penurunan stunting,” ucap Medi.

Medi juga membeberkan, sepanjang tahun 2022 kemarin kasus stunting di Sumsel menurun di angka 18,6 persen.

Dimana pada tahun 2021 lalu, kasus stunting di Sumsel berada di angka 24,8 persen.

“Jadi penurunan dari tahun 2021 ke 2022 di kisaran 6,2 persen,” kata dia.

Oleh karena itu, sebagai wujud optimalisasi pencegahan dan penurunan stunting, lanjut Medi, pihaknya pada tahun 2023 ini akan rutin melakukan audit mengenai faktor penyebab merebaknya kasus stunting.

“Hasil audit ini bakal menjadi bahan penyusunan perencanaan, karena apa yang dilakukan nanti bermuara dari faktor penyebabnya,” tutupnya.

Ada beberapa Kabupaten yang diatas 20 persen, karena ada beberapa kota yang drastis penurunannya. Kita harapkan beberapa kabupaten ini akan ada tim TPPA akan kita koordinasikan. Kenapa penurunannya tidak signifikan.

Faktor penurunan

Muara enim, misi rawas, banyuasin, ogan ilir, muratara

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel, Medi Heryanto MH

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel mengaku optimis Sumsel akan meraih prestasi yang meyakinkan dalam rangka penanganan stunting pada tahun 2023.

Hal ini diungkapkan, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel, Medi Heryanto MH usai menghadiri Rapat Kerja Daerah/Forum Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting dengan tema “Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sumatera Selatan” Rabu (15/02) di Ballroom Novotel Palembang.

Medi menilai total 17 Kabupaten/Kota di Sumsel sudah sangat konsern dalam rangka penurunan kasus stunting.

Hal inilah yang membuatnya optimis, kasus stunting pada tahun 2023 ini dapat dicegah dan diturunkan.

“Kalau saya lihat di 17 kabupaten kota di Sumsel semuanya konsern dalam pencegahan dan penurunan stunting. Saya yakin dan percaya Sumsel tahun 2023 akan meraih prestasi dalam rangka penurunan stunting,” ucap Medi.

Medi juga membeberkan, sepanjang tahun 2022 kemarin kasus stunting di Sumsel menurun di angka 18,6 persen.

Dimana pada tahun 2021 lalu, kasus stunting di Sumsel berada di angka 24,8 persen.

“Jadi penurunan dari tahun 2021 ke 2022 di kisaran 6,2 persen,” kata dia.

Oleh karena itu, sebagai wujud optimalisasi pencegahan dan penurunan stunting, lanjut Medi, pihaknya pada tahun 2023 ini akan rutin melakukan audit mengenai faktor penyebab merebaknya kasus stunting.

“Hasil audit ini bakal menjadi bahan penyusunan perencanaan, karena apa yang dilakukan nanti bermuara dari faktor penyebabnya,” tutupnya.

Medi

Alhamdulillah Sumsel dari tahun 2021 posisi stunting 24,8 persen, tahun 2022 turun 18,6 persen. Jadi penurunannya 6,2 persen.

Nanti kita akan prioritaskan 5 daerah ini percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan hasil audit yang kita lakukan tahun lalu, dan tahun ini akan kita audit lagi faktor penyebab stunting dan

“Hasil audit ini bakal menjadi bahan penyusunan perencanaan, karena apa yang dilakukan nanti bermuara dari faktor penyebabnya,” tutupnya.

“Kalau saya lihat di 17 kabupaten kota di Sumsel semuanya konsern dalam pencegahan dan penurunan stunting. Saya yakin dan percaya Sumsel tahun 2023 akan meraih prestasi dalam rangka penurunan stunting,” ucap Medi.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Kompas

Exit mobile version