Site icon Sonora FM Palembang

Terkait Program Penghapusan Denda, Gubernur Sumsel Ingatkan Soal Pentingnya Kerja Sama Antar Petugas Samsat

PALEMBANG  SONORA Program Penghapusan Sanksi Administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II, telah diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru, Sabtu (1/8).

Menurut Herman Deru, salah satu akibat yang ditimbulkan dari pelaksanaan program ini adalah para petugas akan mendapatkan tambahan pekerjaan.

“Ada kerja ekstra akibat ini. Polisi, petugas pajak, Jasa Raharja, yang di kantor ini, bukan robot,” ujar Herman Deru, dalam video yang diunggah akun instagram @humasprovsumsel, Sabtu (1/8).

Herman Deru menilai, program tersebut akan berhasil, bila dilaksanakan dengan kerja sama yang baik.

“Kalau ini ingin sukses, tidak akan selesai oleh kita sendiri,” ungkap pria yang dilantik sebagai gubernur provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 tersebut.

Hal tersebut, lanjut Herman Deru, selaras dengan istilah samsat, yang merupakan singkatan dari sistem administrasi manunggal satu atap.

Menurut Herman Deru, semua urusan yang berhubungan dengan samsat telah diketahuinya.

Herman Deru meyakini, bila pelayanan yang diberikan oleh para petugas di samsat baik, akan turut berdampak pada lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Polisi, secara kelembagaan, juga akan lancar PNBP-nya, kalau ini servisnya baik,” ujar mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 2 periode tersebut.

Khusus untuk diler kendaraan baru, sambung Herman Deru, dirinya mengingatkan agar tidak curang dalam mencantumkan model kendaraan. Ia mencontohkan, dari beberapa tipe keluaran mobil Toyota Kijang, pihak diler jangan mengklasifikasikannya hanya dalam satu tipe saja.

“Aku tahu. Dulu, di zaman wow, Kijang itu dibuat opelet semua. Itu yang perlu saya ingatkan,” ungkapnya.

Menurut Herman Deru, saat ini, sudah waktunya untuk tidak lagi melakukan kecurangan seperti itu. Ia menilai, lebih baik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi Sumsel menaikkan alokasi uang persediaan (up) bagi para petugas pajak.

“Daripada dia buat up sendiri. Harusnya begitu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Herman Deru membagikan kisah pribadinya semasa masih bertugas di kantor sistem administrasi manunggal satu atap (samsat).

Keakraban di antara para petugas samsat, lanjut Herman Deru, adalah hal penting yang harus dibangun.

“Polisi, dispenda, Jasa Raharja, harus semeja terus,” ungkapnya.

 

Penulis: Bovend

Sumber Foto: Humas Provinsi Sumatera Selatan

Exit mobile version