Site icon Sonora FM Palembang

Tingkatkan Kerjasama Dengan Rekanan, Charitas Group Gelar Gathering

Palembang Sonora – Dalam rangka meningkatkan keakraban dan kerjasama kesehatan, Charitas Group menggelar Gathering rekanan perusahaan dan asuransi di Auditorium Charitas Hospital Palembang, Senin (29/07/24).

Saat ini Charitas Group memiliki enam Rumah Sakit diantaranya Charitas Hospital Palembang, Charitas Hospital KM 7, Charitas Hospital Kenten, Charitas Hospital Belitang, Charitas Hospital Makmur dan Charitas Hospital Klepu. Dan lima klinik yakni Klinik Charitas Lidwina, Klinik Charitas Pasang Surut, Klinik Charitas Santa Maria, Klik Charitas Kartini, dan Klinik Charitas Fransiskus.

Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Charitas Sr. M Henrika FCh mengatakan, bahwa digelarnya Gathering kali ini adalah upaya Charitas Group dalam memperluas kerjasama dengan pihak perusahaan dan asuransi yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan Charitas Group ini.

“Selain memperkenalkan Charitas Group kepada seluruh rekanan kami, tentunya kami harap dengan keberadaan Charitas Group ini membuat kerjasama kami dengan pihak terkait semakin solid, selain itu juga untuk mempermudah kerjasama karena adanya penyatuan grup ini,” ujarnya

Ia menambahkan, bahwa respon masyarakat sangat baik dengan adanya keberadaan Charitas Group ini.

“Respon masyarakat sangat baik dengan keberadaan Charitas Group ini, mengingat dengan grup ini tentunya kami akan lebih kuat dan baik lagi kedepannya,” katanya.

Selanjutnya, dalam paparan dr. Elina Waiman, SpA, MARS dengan judul materi Edukasi serta Skrining Anak Stunting dan Wasting memaparkan peranan tenaga kesehatan dalam alur pelayanan di Charitas group.

“Menurut WHO, panjang badan atau tinggi badan menurut umur dan jenis kelamin yang kurang dari -2 standar deviation (SD) pada kurva standar WHO untuk anak kurang dari 5 tahun, disebut stunting,” ujarnya.

Dokter spesialis anak ini menambahkan, dampak stunting adalah penurunan kecerdasan, produktivitas rendah dan risiko terkena penyakit kronis tinggi.

“IQ anak stunting rata-rata itu 11 poin lebih rendah dari anak-anak yang normal selanjutnya penurunan kapasitas penghasilan sebesar 22% disamping itu anak-anak stunting berisiko terkena penyakit kronis 3 kali lebih tinggi dibandingkan anak-anak normal hal ini menjadi beban kesehatan,” katanya.

Seperti yang diketahui angka stunting secara nasional cukup tinggi di angka 21,5 persen dan untuk Sumsel di angka 20,3 persen.

“Hal ini berarti 1 dari 5 balita kita mengalami stunting,” ujarnya

Meskipun tren stunting terus turun, perlu percepatan hingga 3 kali lipat demi mencapai target stunting ke 14 persen di 2024.

“Untuk persiapan kegiatan kami melakukan audiensi dengan kepala puskesmas kemudian kami juga melakukan pelatihan skrining untuk bertugas, dan untuk upaya edukasi kami membuat video edukasi dan leaflet stunting dan wasting kami juga melakukan penyuluhan langsung dan langsung konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak,,” ungkapnya.

Hasil skrining stunting yang dilakukan oleh 3 rumah sakit ada 25 posyandu yang dikunjungi, 13 posyandu di puskesmas Ariodillah, 5 posyandu di puskesmas sukarame dan 7 posyandu di puskesmas sematang borang sehingga total anak yang di skrining adalah 519 balita.

“Stunting 53 balita, 28 balita mengalami pendek bukan stunting, 30 balita wasting dan 408 balita dinyatakan normal,” tutupnya.

 

Penulis : Muhammad Abdul Rohim

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

 

Penulis : Muhammad Abdul Rohim

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Exit mobile version