Site icon Sonora FM Palembang

Transformasi Digital Tidak Bisa Dihindari, Masyarakat Harus Tahu Batasan-batasan

Palembang Sonora – Transformasi Digital merupakan suatu perubahan yang dilakukan ke arah digital. Dulu dunia pendidikan semua berbasis kertas, pengumpulan tugas masih manual, menggunakan pena. Dengan perubahan kearah digital, maka semua serba digital. Pembelajaran jarak jauh versi digital dengan google meet, zoom dan lain-lain. Pengumpulan tugas tidak lagi ke meja dosen tapi via google class room atau lewat program yang dibuat sendiri.

“ Transformasi digital, awalnya manual berubah menjadi digital,” ujar Maria Bellaniar Isniati, M.Kom, Dosen Sistem Informasi Unika Musi Charitas kepada Sonora (11/08/2021).

Secara umum masyarakat sudah siap terhadap perubahan ini, mereka dituntut semua berbasis digital. Semua kalangan butuh transformasi digital, mau kemana-mana sekarang menggunakan handphone dengan ojek online. Dulu membeli barang harus ke supermarket, sekarang bisa dengan aplikasi online.

Infrastruktur di Indonesia ada yang sudah siap dan ada yang belum siap. Di ibukota infrastruktur sudah siap sementara di daerah terpencil belum siap. Selain sumber daya manusia, infrstruktur juga perlu didukung.

Orang tua mendampingi anak saat pembelajaran online, sementara anak lebih unggul dibidang permainan. Sisi negative transformasi digital adalah kecenderungan menatap handpone. Sisi positifnya untuk pembelajaran atau pendidikan lebih mudah tidak harus keperpustakaan lagi, sebab dengan googling sudah tersedia.

Di era digital, masyarakat perlu mengetahui batasan-batasan. Harus tahu waktu, tahu tempat dan tahu kegunaan. “ Mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus melek IT paling tidak untuk pembelajaran. Kedepan akan terus berkembang, infrasturktur akan berkembang tapi harus tahu batasan-batasan,” tukasnya.

 

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi

 

Exit mobile version