Site icon Sonora FM Palembang

Uskup Minta Umat Alirkan Hidup Yesus dalam Perbuatan

PALEMBANG SONORA –  Kristus memberikan banyak wejangan kepada murid-murid-Nya. Dalam peristiwa perjamuan malam terakhir, Yesus memberikan wejangan terakhir-Nya kepada para murid.

Hal ini diungkapkan Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ., Rabu (13/5), saat memberikan homili (khotbah) dalam perayaan Ekaristi harian di gereja Katedral Santa Maria Palembang.

Menurut Uskup, dalam bacaan Injil hari ini, yang diambil dari Yohanes 15:1-8, Yesus mengajak para pengikut-Nya untuk merenungkan kesatuan umat dengan Dia dan dengan Bapa-Nya.

Wejangan tersebut berbicara tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya.

“Diharapkan bahwa, para murid dan kita semua, bersatu dengan Yesus yang menyatakan diri sebagai pokok anggur, dan kita sebagai ranting-rantingnya,” ujar Uskup, saat memimpin perayaan Ekaristi harian secara online, Rabu (13/5).

Dalam injil tersebut, lanjut Uskup, Yesus mengatakan bahwa diriNya merupakan pokok anggur yang benar. Yesus sering mengatakan bahwa diriNya yang benar.

“Misalnya, Aku roti hidup yang sejati, yang turun dari surga. Bukan hanya seperti manna yang dulu turun di padang gurun. Tetapi, Aku roti yang hidup,” ujarnya.

Menurut Uskup, Yesus mau mengatakan kesejatianNya sebagai utusan Bapa.

Maka, sambung Uskup, sebagai pokok anggur yang benar, Yesus mengharapkan para pengikutNya menjadi ranting-ranting yang tidak pernah terpisah dari diriNya.

Uskup melihat, kesatuan yang harus dibangun tadi, bukan hanya dengan Yesus, namun juga dengan Bapa.

“Karena Yesus mengatakan, Akulah pokok anggur, kamu rantingnya, dan BapaKu adalah pengusahanya,” ungkapnya.

Menurut Uskup, perumpaan tadi, mau menggambarkan bahwa hidup Yesus mengalir dalam umat beriman.

“Seperti pokok anggur dan ranting-rantingnya,” ungkapnya.

Umat, lanjut Uskup, harus mengalirkan hidup Yesus tersebut, dalam perbuatan-perbuatan.

 

Penulis : Bovend

Sumber Foto : Bovend

Exit mobile version