Site icon Sonora FM Palembang

Yayasan Anak Bangsa Bisa dan PT Sele Raya Belida Dukung Pembelajaran Jarak Jauh Para Pelajar di Muara Enim

PALEMBANG SONORA – Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi nirlaba yang memanfaatkan teknologi untuk mengatasi kesenjangan sosial di Indonesia bersama PT Sele Raya Belida (SRB) yang bergerak di industri minyak dan gas melaksanakan program peduli pendidikan #bersamaBISA 1 di tengah pandemi ini bagi pelajar di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Data Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan bahwa setidaknya 45 juta siswa di Indonesia harus belajar dari rumah karena pandemi COVID-19.
2 Sayangnya, tidak semua siswa memiliki fasilitas pendukung belajar yang memadai, termasuk sarana elektronik hingga fasilitas pendukung lainnya. Tantangan yang sama juga dirasakan oleh pelajar di Kabupaten Muara Enim, yang para siswanya juga merasa sulit untuk mendapatkan fasilitas pendukung belajar daring, seperti gawai dan kuota internet. Melalui program #bersamaBISA, YABB dan SRB menyalurkan bantuan kepada para pelajar di Kabupaten Muara Enim, khususnya Kecamatan Lembak berupa gawai pintar sekaligus kuota internet setiap bulannya untuk menunjang proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta juga pelatihan keterampilan online dan dana bulanan guna keperluan belajar para siswa. Adapun melalui pelatihan online, program #bersamaBISA fokus pada pendidikan karakter siswa dalam menghadapi perkembangan zaman dan revolusi industri 4.0 melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga, program #bersamaBISA diharapkan dapat membangun ketahanan para siswa untuk mempersiapkan, membekali dan melahirkan generasi unggul dengan berbagai soft skills sebelum mereka meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Kami percaya bahwa pendidikan merupakan elemen penting untuk membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya. Hal ini sejalan dengan misi YABB untuk mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan melalui pemerataan kesempatan di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan keberagaman. Untuk itu, program #bersamaBISA telah kami susun sedemikian rupa agar dapat ,mengembangkan kemampuan non-teknis (soft skills) siswa, sehingga mereka BISA Percaya Diri (Komunikasi), BISA Bergaul (Kolaborasi), BISA Berpikir Kritis, serta BISA Berkreasi (Kreativitas). Kecakapan ini merupakan modal utama mereka untuk menghadapi perkembangan dunia yang bergerak cepat,” ujar Ketua Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang.

1 #bersamaBISA adalah program unggulan dari YABB yang telah membantu ratusan siswa tingkat SD, SMP dan SMA/SMK mendapatkan pelatihan soft skills sejak bulan Juli 2020
2 Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indonesia (2020). Addressing Distance Learning Barriers in Indonesia Amid the Covid-19 Pandemic Program #bersamaBISA ini melibatkan talenta-talenta terbaik dari Gojek sebagai “Kakak Asuh” atau mentor yang mendampingi peserta sepanjang program berjalan. Sebagai mitra utama program ini, President and General Manager Sele Raya Juchiro Tampi mengatakan, “Kami melihat ada kesamaan visi antara Yayasan Anak Bangsa Bisa dengan Sele Raya dalam hal membangun pendidikan di Indonesia. Kami percaya program ini tidak hanya dapat mengatasi tantangan yang ada, tapi juga menumbuhkan semangat baru bagi para siswa sehingga menjadi individu yang kompeten.” Program ini akan diberikan kepada 50 siswa dari 5 sekolah, yaitu SDN 1 Lembak, SDN 2 Lembak, SDN 11 Lembak SMP PGRI Alai dan SMAN 1 Lembak, peserta terpilih merupakan siswa berprestasi dari setiap sekolah. Dukungan berupa pelatihan keterampilan, bantuan alat pendukung PJJ seperti gawai dan kuota internet serta dana bulanan akan didapatkan oleh penerima bantuan selama sembilan bulan, mulai Oktober 2020 hingga Juni 2021. “Dengan semangat gotong royong, Yayasan Anak Bangsa Bisa dan PT Sele Raya Belida berharap bisa bahu membahu membantu masyarakat melalui dukungan sarana pendidikan dan dukungan program keterampilan yang memadai. Kami berharap program ini akan menginspirasi banyak perusahaan lain untuk terus memajukan pendidikan anak bangsa, sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Global ke-4 (Sustainable Development Goals): Memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua,” tutup Monica.

Exit mobile version