- January 3, 2020
- Posted by: Bovend Saor Sitinjak
- Category: Agenda, Berita Lokal, Informasi, Jasa & Pelayanan
Pemerintah Kota Palembang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berhasil membangun pemeliharaan jalan kota sepanjang 108 kilometer selama tahun 2019 lalu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ir. H. Akhmad Bastari Yusak, MT, Jumat (3/1), di Ruang Rapat Kantor Bappeda Litbang Kota Palembang Jl. Merdeka Kel. 22 Ilir Kec. Bukit Kecil Palembang, saat menghadiri Rapat Tim Penanggulangan Bencana Banjir di Wilayah Kota Palembang.
Keberhasilan itu, kata dia, tidak hanya untuk jalan kota saja, tetapi juga untuk jalan lingkungan yang memiliki panjang 162 kilometer.
Akhmad Bastari menjelaskan, pada tahun 2020, pemeliharaan jalan lingkungan, yaitu jalan yang kurang dari 3,5 meter, akan ditangani oleh Dinas Pera KP Kota Palembang.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kondisi jalan mantap di Kota Palembang sebesar 76%, atau dengan kata lain, melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang, yaitu sebesar 60%.
Akhmad Bastari menambahkan, sesuai RPJMD, untuk memastikan bahwa pada tahun 2023 Kota Palembang memiliki 100% jalan mantap, membutuhkan anggaran untuk pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jalan.
Ia mengungkapkan, kerusakan jalan hanya disebabkan oleh dua hal. Pertama, overload, dan yang kedua adalah genangan air.
Akhmad Bastari menilai, perlu dibuat jalan shortcut, jalan tembus, dan jalan lingkar.
“Terutama jalan lingkar timur, untuk menghindari kemacetan di Jl. MP Mangku Negara ke Pelabuhan Boombaru,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tidak hanya membangun jalan, tapi juga saluran.
“Seperti ini, di jalan Talang Jambe. Jalannya 1.3 kilo, salurannya 1 kilo. Di jalan Hasan Kasim, jalannya kita bangun ada yang beton, ada aspal, juga ada saluran. Demikian juga di jalan Sako Baru, ada jalan, ada saluran,” ungkapnya.
Idealnya, lanjut dia, sesuai dengan filosofi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, jalan dan saluran itu bagaikan sepasang suami istri.
“Tapi, kadang-kadang karena anggaran, kita utamakan jalannya dulu, salurannya nanti,” pungkasnya.
