Dekan Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan UKMC: Setuju PSBB Diterapkan!

PALEMBANG SONORA –  Pandemi covid-19 sudah menyebar ke hampir seluruh bagian dunia. Bahkan, penyebaran virus corona di Indonesia, terus mengalami peningkatan. Demikian juga yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang.

Menurut Dekan Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Musi Charitas RP. Agustinus Riyanto, SCJ., MA., semua pihak harus menghadapi semuanya itu dengan serius, dan tidak main-main. Apalagi, virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan Cina tersebut, dapat menginfeksi manusia tanpa terdeteksi.

“Dia bisa tersebar di sekitar kita, tanpa kita ketahui,” ujar Romo Riyan, sapaan akrab RP Agustinus Riyanto, SCJ., MA.

Dari hari ke hari, pasien covid-19 terus bertambah. Penambahan ini juga terjadi di kota Palembang.

Oleh karena itu, lanjut Romo Riyan, semua pihak harus bergerak bersama untuk mengatasi virus corona. Kemampuan manusia untuk bertahan, adalah poin penting dalam mengatasi virus tersebut.

“Supaya virus ini mati dan berlalu dengan sendirinya,” ungkapnya.

Romo Riyan mengatakan, karena telah terjadi transmisi/penularan lokal antar warga Palembang, ibu kota provinsi Sumatera Selatan tersebut telah ditetapkan sebagai zona merah.

Menurut Romo Riyan, dirinya sangat menyetujui wacana pemerintah untuk memberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, dengan cara inilah, semua pihak dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Sehingga virus itu tidak sempat berkembang, dan akan mati, serta lalu dengan sendirinya,” ujarnya.

Namun, lanjut Romo Riyan, tidaklah mudah untuk memberlakukan PSBB. Dibutuhkan pemikiran yang serius, dengan segala konsekuensinya.

Istilah PSBB, muncul dari Presiden Joko Widodo, saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri, Senin (30/03) lalu. Jokowi menyebut, PSBB merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk melawan pandemi covid-19.

Penulis : Bovend

Sumber Foto : Koleksi Pribadi



Leave a Reply