- August 10, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Informasi
PALEMBANG SONORA Pariwisata adalah salah satu bidang yang sangat merasakan dampak buruk dari pandemi covid-19. Tidak sedikit karyawan hotel yang dirumahkan, atau bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (phk).
Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan Herlan Asfiudin, yang juga merupakan Staf Khusus Wali Kota Palembang Bidang Pariwisata, Budaya, Industri, dan Ekonomi Kreatif, selama masa pandemi covid-19 di kota Palembang, tingkat okupansi hotel hanya berkisar 1 hingga 5 persen.
Babe Herlan, sapaan akrab Herlan Asfiudin, mengatakan, para pengusaha hotel berbintang di Palembang menggagas sebuah Program Flash Sales Kamar Hotel Berbintang di Kota Palembang. Program tersebut berupa penjualan kamar hotel berbintang dengan harga yang sangat murah.
Babe Herlan menjelaskan, ada tiga tipe kamar hotel berbintang yang ditawarkan dalam program flash sales tersebut.
“Kita jual harga kamar yang sangat murah. Bintang lima 450 (ribu), bintang empat 350 (ribu), bintang tiga 300 (ribu),” ujar Babe Herlan, saat menjawab pertanyaan insan pers, usai menghadiri audiensi bersama Wali Kota Palembang yang diikuti oleh sejumlah General Manager (GM) Hotel di Kota Palembang, Senin (10/8), di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik No. 12 A Palembang.
Flash sales ini, lanjut Babe Herlan, bertujuan untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke Kota Palembang.
Babe Herlan mengungkapkan, lebih kurang 8250 kamar yang disiapkan dalam program flash sales, yang berlangsung selama empat bulan tersebut.
“Ada sekitar 8250 kamar yang dijual selama jangka waktu 1 September sampai 31 Desember 2020,” ungkapnya.
Menurut Babe Herlan, program penjualan kamar hotel berbintang ini dibagi ke dalam tiga gelombang. Pertama di Palembang Icon (Picon) Mal, kedua di Palembang Square (PS) Mal, dan ketiga di Palembang Indah Mal (PIM).
Kamar hotel berbintang tadi, sambung Babe Herlan, dijual dalam bentuk voucher, yang berlaku selama masa program flash sales berlangsung.
“Misalnya, ini mau pesan kamar bulan Oktober. Pada saat itu, dijual vouchernya. Tinggal penggunaannya kapan? Mau Oktober jadi, mau November boleh. Beli voucher, penggunaannya terserah nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, Babe Herlan menjelaskan, voucher kamar hotel berbintang tadi berlaku hingga Desember 2020.
Dikatakannya, program ini diharapkan dapat meningkatkan okupansi hotel. Kondisi saat ini, okupansi hotel sudah menunjukkan peningkatan, yaitu mencapai 40 persen.
Babe Herlan berharap, okupansi hotel dapat meningkat hingga mencapai 60 persen.
“Kalau bisa, naik lagi 60 persen,” pungkasnya.
Penulis: Bovend
Sumber Foto: Koleksi Pribadi
