RS Siloam Sriwijaya Palembang Cetak Agen Perubahan Kesehatan Lewat Lomba Dokter Kecil Antar Sekolah

Sonora Palembang – Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya Palembang terus memperkuat komitmennya dalam membangun generasi sehat melalui edukasi kesehatan sejak usia dini. Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, rumah sakit tersebut menggelar Lomba Dokter Kecil Antar Sekolah yang diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah mitra.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 9 RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sabtu (25/7/2026), menjadi bagian dari Program Dokter Kecil yang selama ini dijalankan rumah sakit sebagai upaya mencetak agen perubahan kesehatan di lingkungan sekolah.

Sejak pertama kali dilaksanakan, Program Dokter Kecil RS Siloam Sriwijaya telah menjangkau lebih dari tujuh sekolah dan memberikan edukasi kesehatan dasar kepada lebih dari 280 siswa. Ke depan, program ini ditargetkan berkembang hingga menjangkau 12 sekolah.

Melalui program tersebut, para peserta dibekali berbagai pengetahuan penting, mulai dari penerapan pola hidup bersih dan sehat, pengenalan kondisi kesehatan sejak dini, pertolongan pertama sederhana, hingga pentingnya gizi seimbang dan pencegahan penyakit.

Chief Executive Officer RS Siloam Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, mengatakan edukasi kesehatan harus dimulai sejak dini agar masyarakat mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatannya.

“Pelayanan kesehatan tidak hanya dimulai ketika seseorang membutuhkan pengobatan, tetapi sejak masyarakat memiliki pengetahuan yang benar untuk menjaga kesehatannya. Melalui Program Dokter Kecil, kami ingin membekali anak-anak dengan pemahaman dan kebiasaan hidup sehat sehingga mereka mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Lomba tahun ini diikuti siswa dari Sekolah Palembang Harapan, IPEKA Christian School, BPK Penabur, Xaverius IV, Kusuma Bangsa, Manggala, dan Bethesda yang selama ini menjadi mitra RS Siloam Sriwijaya dalam pelaksanaan Program Dokter Kecil.

Sementara itu, Hospital Director RS Siloam Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, menilai Program Dokter Kecil merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat.

Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat literasi kesehatan sejak usia dini.

“Kami berharap pengalaman melalui Lomba Dokter Kecil tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kepedulian, rasa tanggung jawab, dan keberanian anak-anak untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta diuji melalui berbagai praktik yang telah dipelajari selama pelatihan, seperti keterampilan pertolongan pertama, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengetahuan gizi seimbang, hingga pencegahan penyakit.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak agar mampu menerapkan pengetahuan kesehatan di sekolah, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya.

RS Siloam Sriwijaya menilai kolaborasi antara rumah sakit, sekolah, dan keluarga menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan anak, seperti rendahnya aktivitas fisik, pola makan yang kurang seimbang, serta pentingnya peningkatan literasi kesehatan sejak usia dini.

Melalui Program Dokter Kecil, rumah sakit berharap semakin banyak sekolah bergabung sehingga budaya hidup sehat dapat tertanam lebih luas di kalangan generasi muda. Edukasi kesehatan pun diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.



Leave a Reply