Secara Bertahap, Bisnis WO Kembali Menggeliat di Tengah Pandemi Covid-19

PALEMBANG SONORA – Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terjadi turut berdampak terhadap berbagai sektor perekonomian salah satunya industri kreatif.

Bisnis Weeding Organizer (WO) menjadi salah satu industri kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 sejak awal kemunculan virus ini sepanjang tahun 2020. Namun bisnis ini kembalii mengeliat sejak akhir tahun 2020.

Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Secara bertahap job para pengelola wedding organizer mulai mengalir ditengah pandemi.

Owner Keluarga Baba Weeding Organizer, Wira mengungkapkan, sejak mewabahnya Covid-19 kliennya menunda resepsi pernikahan atau bahkan membatalkan jasa dekorasi yang sebelumnya dipesan. Hal ini terjadi selama kurang lebih empat bulan Maret – Juni 2020 lalu.

“Sejak adanya corona Maret 2020 lalu, sebenarnya bertepatan beberapa hari setelah corona dianggap mengkhawatirkan orderan kita langsung di cancel, karena yang nikah saat itu adalah dokter. Jadi diganti dengan akad nikah saja kecil-kecilan atau di KUA,” kata Wira, Minggu (07/02) kemarin.

Wira mengatakan, pihaknya hanya mengalami 2 kali pembatalan resepsi dari klien sepanjang tahun 2020 lalu. Lalu sampai akhirnya di bulan Juli mulai ada yang berani menggelar akad.

“Bulan Juli 2020 lalu klien-klien yang sebelumnya menunda acaranya setelah bulan Juli mulai menggelar akad. Hal ini seiring dengan orang-orang yang sudah berani menggelar pernikahan tapi akad saja di rumah dengan prokes,” tuturnya.

Wira menambahkan, pihaknya mendapat angin segar seiring dengan resepsi pernikahan sudah mulai digelar dengan prokes yang ketat pada bulan November 2020.

“Ini menjadi angin segar bagi pegiat bisnis Weeding Organizer dengan mulai bertambahnya klien yang memesan jasa mereka tentunya,” ujarnya.

Konsep wedding pada masa pandemi pun terus dieksplorasi untuk menemukan cara yang pas kendati harus membutuhkan kerja ekstra penyelenggaranya.

Dia mengatakan bahwa selama masa pandemi ini, kerja mengonsep dan mengurus segala keperluan pengantin dituntut lebih detail. Terutama dalam mengondisikan protokol kesehatan.

“Pandemi kita harus menyesuaikan konsep, protokol kesehatannya, kapasitas gedung berubah, kemudian tamu undangan semua wajib masker, kemudian juga penggunaan hand sanitizer terus juga waktu acara juga nggak boleh lama,” tutupnya.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Koleki Pribadi



Leave a Reply