- May 26, 2021
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Artikel
PALEMBANG, SONORA – Meski kilang di Pertamina Refinery Unit (RU) Wilayah Plaju sudah berusia lebih dari 100 tahun, namun tetap prima dan handal hingga saat ini. Diketahui, kilang Plaju berdiri sejak 1904 dan kilang Sungai Gerong berdiri pada 1926 dan sampai saat ini kilang ini kokoh berdiri dan tetap beroperasi secara normal serta masih mampu memproduksi produk-produk energi terbaik untuk negeri, demikian dikatana Moh. Hasan Efendi, General Manager Pertamina RU Wilayah Plaju disela Kuliah Merdeka Pertamina RU Wilayah Plaju dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Senin, 24 Mei 2021.
Hasan menjelaskan, dengan kondisi kilang yang sangat tua ini pihaknya kedepan akan melakukan upgrading kilang, memperbaiki kilang agar dapat optimal memproduksi beragam produk energi. Mulai dari teknologi yang digunakan akan di-upgrade. Kemudian, proyek Green Refinery yang merupakan proyek pertama dan baru dengan menggunakan energi nabati yang saat ini mulai berjalan. Proyek ini adalah proyek yang digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Ditargetkan Kilang Green Refinery ini bisa beroperasi pada 2024 mendatang. Dalam proyek ini ada sekitar 30 hektar di lahan yang disiapkan Pertamina RU Wilayah Plaju di Sungai Gerong. Pada proyek Green Refinery ini, akan ada beragam produk green fuel yang dihasilkan, seperti Green Diesel, Green Avtur, Green Naphtha, dan Green LPG. Ini merupakan satu-satunya kilang yang mengolah bahan bakar nabati yang ada di Indonesia.
Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, MS. Ph.D selaku Guru Besar Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, menyatakan potensi minyak dan gas di Indonesia sangat besar. Bahan bakar dari fosil bisa dimanfaatkan dengan maksimal, namun tentunya ini akan terus menipis ketersediaannya. Untuk itu, perlu adanya energi terbarukan dan diversifikasi energi sangat diperlukan. Unsri siap membantu memberikan kontribusi secara real, salah satunya dengan menyiapkan SDM yang handal.
Setelah kegiatan webinar, beberapa panitia dari BEM KM FT Unsri yang mengikuti kegiatan secara offline juga diajak untuk mengikuti Tour de Kilang untuk melihat secara langsung proses produksi di dalam Kilang Plaju dan Sungai Gerong. Selain itu, beberapa peserta lainnya secara paralel juga diberi pengetahuan dan praktek dasar dalam penggunaan alat pemadam api ringan untuk menanamkan jiwa tanggap darurat sejak dini.
Penulis : Endah
Sumber Foto : Pertamina
