- December 12, 2024
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Informasi
Dalam upaya memperkuat sinergi dengan rekan-rekan media, PLN UID S2JB adakan media gathering pada 11 dan 12 Desember 2024 dengan kunjungan ke beberapa tempat dihasilkannya daya listrik dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yaitu di PLTS Jaka Baring yang dikelolah oleh PT. Sumsel Energi Gemilang dan PLTBg yang dikelola oleh PKS Selapan Jaya PT. Sampoerna Agro Tbk.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas listrik, PLN UID S2JB terus memanfaatkan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ada di Sumatera Selatan baik itu bersumber dari air, udara,limbah industri dan cahaya matahari.
Iwan Arissetyadhi selaku Manager Komunikasi PLN UID S2JB mengatakan PLN selaku pemerintah mendorong pembauran Energi Baru Terbarukan (EBT) agar semakin meningkat.
Dalam proses peralihan ke Energi Baru Terbarukan (EBT) Iwan mengatakan Pembangkit EBT masih harus ditingkatkan kapasitas dan juga kualitas namun pada prinsipnya PLN mendukung peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan proses transisi ini dilakukan secara bertahap dengan melihat kebutuhan beban kelistrikan di daerah dan terus akan dilakukan evaluasi peningkatannya dan hal ini juga memerlukan investasi dan investasi ini merupakan pekerjaan jangka panjang.
Lebih lanjut Iwan mengatakan mengenai potensi yang dimiliki Sumatera Selatan perihal Energi Baru Terbarukan (EBT)cukup besar dan juga keberagaman yang miliki. Sebagai contoh yang dimiliki oleh Sumatera Selatan, misalnya PLTS yang berada di Jaka Baring dengan kapasitas sebesar 2 MW dan contoh lainnya yang paling banyak di Sumatera Selatan, yaitu PLTMH yang banyak tersebar dibeberapa daerah seperti Lahat, Endikat dan Pagar Alam yang hampir mencapai 20% dan juga ada beberapa perusahaan yang sudah menggunakan limbah industri seperti di PKS Selapan Jaya yang menggunakan limbah sawit sebagai bahan biogas dan hasil dari biogas tersebut yang menghasilkan listrik yang bisa digunakan untuk PT. Sampoerna Agro dan sisanya yang djual ke PLN.
Iwan Arissetyaadhi pun mengatakan beralihnya penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) memerlukan investasi cukup besar dan biasanya melalui biaya pinjaman dari luar negeri dan membutuhkan waktu yang cukup lama pada prosesnya.
Dan mengenai kesiapan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Iwan mengatakan PLN UID S2JB sudah menyiapkan unit pelaksana dilevel kabupaten dan unit layanan di tingkat kecamatan dan sudah mensiagakan petugas layanan dan petugas tekhnik seperti mempersiapkn genset dan gardu mobile. Pola untuk strategi dari persiapan Nataru kali ini sudah disiapkan beberapa hari yang lalu supaya dimasa siaga dapat meminimalisir pekerjaan pemeliharaan.
Dan Iwan menambahkan daftar dari pembangkit swasta Independence Power Producer dan Excess Power dari Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sumatera Selatan yaitu terdapat kelompok IPP yaitu PLTMH Komering Lahat dengan kapasitas 2 x 0,7 MW,PLTMH Muara Dua dengan pasitas 2 x 850 MW,PLTMH Kota Agung dengan kasitas 3 x 3,3 MW dan PLTMH Endikat dengan dengan kapasitas 3 x 2.670 MW sedangkan untuk kelompok Excess Power terdapat PLTMH Alhanan Muaradua dengan kapasitas 2 x 0,11 MW, PLTBg Selapan Jaya dengan kapasitas 2 MW dan PLTBg Mutiara Bunda dengan kapasitas 2 MW.
Penulis : Misdi
Foto : Koleksi Pribadi
