- April 24, 2021
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Saat ini tengah marak isu tentang kegiatan phising di media social, menurut Andri Wijaya,S.Kom, M.T.I, Pengamat IT Sumsel (24/04/2021) phising dilakukan oleh para hacker dengan memanfaatkan rasa keingintahuan manusia untuk mencuri data kita.
“ phising awalnya ke email, sekarang ke medsos. Hal ini terjadi karena rasa penasaran seseorang ketika mendapat kiriman link atau tautan yang tidak jelas. Penasaran lalu kita buka, begitu dibuka malware yang tersembunyi di tautan gambar atau link masuk dan menjangkiti akun kita. Dari situ hacker-hacker phising, bekerja mengambil akun kita, menyalahgunakan dengan memberikan tagging – tagging ke teman-teman kita berupa video porno atau konten-konten sara,” ujarnya.
Ia menambahkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak mendapatkan phising dari para hacker.
“ yang pertama, atur settingan FB, penerima tagging only friend saja, selain teman kita tidak bisa tag. Kedua croscek FB kita apakah kerkoneksi dengan aplikasi apa saja dengan pihak ke tiga, putuskan saja karena kita tidak tahu aplikasi tersebut bersih atau tidak. Ketiga memberi tahu teman apabila akun kita kena phising, bahwa itu bukan dari kita yang melakukan, jelaskan kalau akun kita sedang bermasalah. Iso juga merekomendasikan mengganti password 3 bulan sekali. Data merupakan tambang emas yang bisa dijual untuk berbagai macam kebutuhan bisa intelejen, politik. Pencurian data sedang marak,” urainya.
Ia juga menyarankan agar berhati-hati dalam memasukan data terutama saat bermain kuis atau permainan lain sejenis.
“ kalau FB keamanannya sudah terpercaya, tidak masalah kita memberikan data asli, tapi seperti kuis atau permainan agar lebih waspada supaya tidak di phising,” tukasnya.
Menurutnya hacker merupakan orang yang penasaran dan ingin menunjukkan kemampuannya kepada dunia. Hacker biasanya banyak dilakukan oleh anak muda karena ingin mendapatkan pengakuan.
“ hacker bisa positif dan negative. Positifnya bisa dimanfaatkan oleh badan intelejen untuk menangkal serangan siber. Negatifnya banyak disalahgunakan termasuk pencurian data atau phising,” ungkapnya
Penulis : Jati / endah
Sumber foto : google
