- November 12, 2021
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Kebijakan vaksinasi covid-19 melihat situasi dan kondisi dilapangan, mana yang menjadi prioritas. Dalam perjalanan awalnya vaksinasi untuk lansia karena kejadian banyak dan kematian tinggi. Setelah itu dipelajari, ternyata penularan covid terjadi pada orang dewasa yang banyak bekerja diluar. Kemudian bergeser ke orang dewasa berusia 18 tahun hingga lansia. Untuk persiapan anak masuk sekolah, akan keluar rumah kemungkinan terpapar covid-19 saat dijalan, diluar rumah, mereka harus dilindungi, vaksin bergeser ke anak usia 12 hingga 18 tahun. Dan sekarang penelitian menunjukkan anak usia 6 tahun sudah aman untuk divaksin covid, dalam rangka persiapan anak sekolah.
“ Dari laporan terakhir, dulu covid banyak terjadi pada orang dewasa, kini juga dilaporkan covid menyerang anak juga banyak, maka vaksin bergeser untuk anak mulai dari usia 6 tahun atau kelas 1 SD,” ujar Dr. Rismarini, Sp. A(K) dalam wawancara dengan Sonora (12/11/2021).
Anak-anak usia 6 tahun tidak perlu takut mendapatkan vaksin covid, karena sejatinya mereka sudah pernah menjalani vaksinasi rutin dalam bulan imunisasi anak sekolah, biasanya di bulan November. Mereka mendapatkan vaksin DT ( Dipteri dan tetanus) kemudian vaksin campak II.
“ Jadi sebetulnya mereka sudah terbiasa mendapat vaksin disekolah,” tukasnya.
Persiapan sebelum vaksin seperti biasa guru dan petugas kesehatan sudah terbiasa menanganinya. Yang baru pertama kali vaksin guru atau orang tua akan mendampingi, paling tidak ada pemberitahuan dari sekolah bahwa akan ada imunisasi agar orang tua mempersiapkan anaknya sebelum vaksin seperti sarapan dan tidur yang cukup agar sehat saat imunisasi.
Vaksin secara keseluruhan melewati uji coba yang panjang mulai dari fase pertama, kedua, ketiga hingga dinyatakan aman. Manfaat vaksin lebih besar daripada resikonya (KIPI), namun tetap saja tidak ada vaksin yang aman seratus persen.
“ KIPI covid lebih kurang sama dengan vaksin lain antara lain nyeri pada bekas suntikan, pegal, bengkak, merah dan demam. Itu biasa sama seperti vaksin lain seperti DPT,” tukasnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi
