- September 2, 2021
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Banjir sepertinya menjadi langganan setiap kali hujan deras mengguyur kota Palembang. Hatta Azzuhri, S.IP, M.Si, Pengamat Tata Kota Palembang kepada Sonora (2/09/2021) menguraikan penyebab banjir di kota Palembang.
“ Pertama adalah prilaku masyarakat yang gemar membuang sampah sembarangan. Kedua banyak selokan yang belum dibuat masyarakat atau drainase air, apalagi Palembang cenderung daerah rawa. Daerah rawa sendiri menipis karena banyak yang dibuat perumahan dan gedung-gedung,” ujarnya.
Ia menambahkan keberadaan perda rawa nomor 11 kurang diindahkan. Pemanfaatan rawa sedikit sekali, banyak dibuat perumahan sehingga saluran pembuangan air terhambat. Juga minim tempat pembuangan sampah sehingga masyarakat kurang peduli, dan membuang sampah sembarangan.
Ia mengatakan pemerintah harus mensosialisasikan agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya, juga membuat perdanya. Pemerintah juga harus membersihkan drainase diwaduk-waduk. Selain itu perlu juga membuat drainase dipinggir kota, pinggir perumahan, dengan bekerjasama denga pihak ketiga membuat saluran air. Pemerintah juga perlu turun kelapangan mengecek melalui lurah atau RT, daerah mana yang rawan banjir. Selain itu perda rawa juga dioptimalkan. Membuat rawa penampung air sebagai penahan banjir, juga waduk penampung air untuk meredam banjir.
“ Masyarkat juga perlu kesadaran membuang sampah pada tempatnya karena dapat menyebabkan banjir dan merugikan orang lain. Perbanyak tempat sampah sehingga orang tidak membuang sampah sembarangan. Camat, RT dan lurah perlu kelapangan mengecek warganya yang rawan banjir dan memberikan penyuluhan tentang dampak membuang sampah sembarangan,” tutupnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi
.
