Bagaimana Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di RSUD Siti Fatimah ?, Berikut Penjelasannya

Palembang Sonora – RSUD Siti Fatimah, rumah sakit umum daerah milik Pemprov Sumsel, terletak di KM5 Palembang atau menempati bekas RS Ernaldi Bahar, menjadi salah satu tempat rumah sakit penyedia layanan vaksin covid-19. Kabag Humas dan Protokol Pemasaran dan Kemitraan Yulismayati, SKM, M.Kes kepada Sonora (16/03/2021) mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti program vaksinasi covid -19 yang digelar oleh pemerintah sejak bulan Januari 2021 lalu.

“ antusiasme masyarakat luar biasa, hari ini kita melayani empat ratus sampai lima ratus orang perhari,” ujarnya.

Ia menjelaskan untuk mendapatkan vaksin, melalui beberapa tahapan.

“ sudah diatur oleh kemenkes skemanya. Tahap pertama adalah nakes karena rentan. Kemudian mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani Pendidikan di faskes dengan kriteria 18 sampai 59 tahun, dimulai 19 januari di RS Siti Fatimah. Tahap kedua adalah nakes yang tertunda, koas, pelayan public dan lansia. Pelayan public diatur oleh Dinkes propinsi sebagai pemegang kebijakan, mereka yang mendapatkan pengiriman vaksin dan membagikan berdasarkan faskes, sarana, sdm dan kapasitas. Di RS Siti Fatimah pelayan public ada sekitar 19 ribu orang, dimulai di bulan Maret ini. Tahap kedua sampai dengan hari ini sudah 1970 orang yang menerima dosis pertama. Pelaksanaan tahap kedua diperkirakan selesai di bulan Mei,” ujarnya.

Ia menambahkan sesudah tahap kedua akan dilanjutkan tahap ke tiga dan keempat, untuk masyarakat umum, namun dengan beberapa ketentuan.

“ dibagi-bagi lagi, ketentuanya, yang rentan yang didahulukan. Semua akan mendapatkan vaksin, tapi melihat ketersediaan vaksin,” ucapnya.

Ia mengatakan persediaan vaksin di RSUD Siti Fatimah di dropping oleh dinkes melalui beberapa tahapan. Tahap pertama 1616 vaksin sinovac dan tahap kedua 1905 vaksin, berbeda dengan yang pertama, yang tahap kedua multi dosis, 1 vial untuk 10 0rang. Jadi bisa untuk 1950 orang.

“ kami sosialisasikan lewat medsos sesuai tahapan, kapan dan juga publikasikan lewat media massa. Bagi yang mendapat giliran jangan takut, karena ini aman dan halal, sejauh ini tidak ada yang mengalami hal yang luar biasa, aman. Kita tetap berusaha untuk memutus mata rantai covid-19 agar bisa segera bangkit,” pukasnya.

 

Penulis : Jati / Endah

Sumber foto : Koleksi pribadi

 



Leave a Reply