Bantu Umat Isolasi Mandiri, Keusukupan Agung Palembang Dirikan Domus Isoter

Palembang Sonora – Dilatarbelakangi ada beberapa umat Katholik yang tidak memiliki tempat isolasi mandiri yang mamadai, Keuskupan Agung Palembang mendirikan Domus Isoter, sebuah tempat isolasi mandiri terpadu bagi pasien positif covid-19.

“ Ada satu keluarga menempati rumah tipe 36, isi anggota keluarga 5 orang, 2 terpapar positif. Sangat tidak mungkin isolasi mandiri di rumah, karena anggota yang lain akan terpapar. Kondisi seperti ini membuat gerakan awam dari Paroki Sanfrades dan Paroki St. Petrus ingin membantu umat Katholik yang tidak mempunyai tempat yang sangat memadai untuk isolasi mandiri,” ujar FX. Eddy Mulyadi Ketua Pelaksana Domus Isoter kepada Sonora (27/08/2021).

Untuk saat ini lokasi  Domus Isoter berada di Rumah Retret Giri Nugraha Km7 Palembang. Tahap pertama disiapkan 15 kamar dengan fasilitas makan 3 x sehari, vitamin, jadwal doa, jadwal video call dengan anggota keluarga, ada tim medis untuk mengontrol kesehatan pasien setiap harinya. “ Syarat lainnya adalah umat Katholik, umat harus melapor ke puskesmas karena kita tidak hanya menyembuhkan orang sakit, tapi membantu pemerintah memutus mata rantai  penyebaran covid-19. Puskesmas jadi garda terdepan yang mengetahui kondisi masyarakat secara real,” tukasnya.

Domus Isoter bekerjasama dengan 11 puskesmas di Palembang. Dari puskesmas akan memberi dukungan berupa tracking bila ada keluarga yang terpapar, yang sehat melapor ke puskesmas dan puskesmas akan melakukan tracking, survilance dan treatment. “ Ketika mengetahui ada gejala-gejala salah satu anggota keluarga terpapar covid maka keluarga itu tidak boleh keluar rumah selama 5 hari sampai petugas puskesmas datang dan melakukan tracking. Ditest antigen bila positf akan direkomendasikan masuk Domus Isoter,” ujarnya.

Persyaratan selanjutnya, pasien harus mandiri, tidak memiliki komorbid dan bisa mengurus mandiri kebutuhannya seperti mandi, mencuci baju, membersihkan kamar dan berjemur. Domus Isoter bukan fasilitas kesehatan, puskesmas akan memberikan rekomendasi bahwa pasien tersebut layak isolasi mandiri. Surat rekomendasi dibawa ke satgas covid di paroki. Dan satgas akan menghubungi panitia Domus isoter, dan panitia akan mengubungi tim medis panitia, tim medis akan melakukan pemeriksaan, bila layak akan masuk  Domus Isoter.

Ketika berada di Domus, pasien tetap akan dipantau puskesmas melalui survilance. Puskesmas akan memberikan obat-obatan dan memantau perkembangan pasien hari ke hari. Bila sudah baik puskesmas akan mengeluarkan surat rekomendasi bahwa pasien telah selesai menjalani masa isolasi.

Melihat kebutuhan umat Katholik di Palembang, Domus Isoter membuka diri untuk semua umat dengan catatan pasien membutuhkan tempat siolasi karena aspek bukan hanya sakit tapi penyebaran virus dan aspek kemanusiaan. “ Banyak yang belum paham sehingga takut melapor ke puskesmas,” ujarnya.

Dirinya menghimbau umat agar tidak takut atau malu dengan virus corona, mau memanfaatkan puskesmas sebagai ujung tombak pemerintah dalam memutus mata rantai covid. Sebab bila tidak melapor, gambaran suatu dareah tidak akan terdeteksi. Puskesmas juga membutuhkan peran aktif masyarakat, ketika puskesmas mengetahui ada warga yang terpapar mereka akan segera melakukan tracking. Tracking dilakuan terhadap 10 orang terdekat dalam jangka waktu 3 hari.

“ Untuk umat katholik silahkan hubungi kami bila membutuhkan tempat isolasi, kami akan menjelaskan prosedurnya,” tukasnya.

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi



Leave a Reply