- March 19, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Artikel, Berita Lokal, Informasi
Palembang. Dalam talkshow di studio Sonora Palembang (18/03/2020), Ketua dewan kopi Sumsel M. Zein Ismed mengatakan bahwa potensi kopi di Sumsel sebenarnya cukup besar, hal ini karena sumsel memiliki kebun kopi yang cukup luas bahkan merupakan kebun kopi terluas di sumatera sekitar 263 ribu hektar, namun sayang kopi dari Sumsel kurang dikenal luas karena brand kopi yang terlalu banyak .
“tidak seperti Aceh yang terkenal dengan kopi Gayonya, mereka hanya 3 kabupaten dan namanya hanya satu, kopi gayo, kalau di Sumsel ada 6 daerah ada OKU Selatan, empat Lawang, Semendo,, Pagar alam, Musirawas, Lahat, semua mau tampil sendiri sendiri, “ ucapnya.
Zein menambahkan produktifitas kopi di Sumsel juga masih rendah.
“produktifitas kita 0,6 sampai 0,9 ton per tahun perhektar sementara Vietnam 3 sampai 4 ton per tahun perhektar,” ucapnya
Untuk mengejar ketertinggalan ini Sumsel harus meningkatkan produksi tiga kali lipat, namun kendala yang dihadapi adalah kebun kebun yang sudah tua dan sebagian besar budidaya kopi di Sumsel adalah peninggalan dari zaman penjajahan Belanda.
“Budidaya harus diperbaiki, kurang ada pemeliharaan, terlalu luas areanya jadi banyak dibiarkan saja, “ ucapnya lagi.
Zein mengatakan untuk memperbaiki produktifitas dan kualitas perlu beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain yaitu melakukan replanting atau penanaman ulang, kemudian memilih varietas yang baik, dan pengaturan jarak tanam serta pengelolaan tanah yang baik.
“Memang harus diperbaiki dari awal tapi bertahap, blue print serta road map harus dibuat dari sekarang, 3 tahun kedepan sudah dibuat rencananya besar besar untuk jadi pemain no 2 dunia,” ucapnya.
Kopi memiliki mata rantai yang panjang mulai dari hulu sampai ke hilir, kesemuanya ini bisa menjadi peluang bisnis.
“Mulai dari hulu masyarakat bisa jadi petani kopi, setelah panen bisa jadi prosesor, sesudah jadi prosesor bisa jadi roasting, setelah jadi roasting bisa jadi barista atau pemilik café, peluang ekonominya luar biasa, “ ucapnya.
Zein berharap agar generasi muda bisa menangkap peluang ini sebab kopi memiliki potensinya yang sangat besar.
“Café di Sumsel luar biasa pertumbuhannya, dulu Cuma ada 25 café sekarang 200-an, itu kan enterpreuner kita dorong generasi milenial jadi entrepreneur,” ucapnya.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Endah
