Dampak Covid-19, Sampah Kota Palembang Turun 20 Persen

PALEMBANG SONORA – Pandemi covid-19 masih terus berlangsung. Protokol kesehatan sesuai dengan imbauan pemerintah juga masih diberlakukan.

Masyarakat diminta untuk tetap tinggal di rumah saja. Tidak sedikit pekerja yang dirumahkan oleh pihak perusahaan. Bahkan, sejumlah mal terpaksa berhenti beroperasi selama penyebaran virus corona ini terjadi.

Bagaimana kondisi ini berimbas dengan kuantitas sampah di kota Palembang?

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang Alex Fernandus mengatakan, saat ini, rata-rata timbunan sampah yang ada di kota Palembang berkisar dari 800 hingga 900 ton per hari.

Menurut Alex, pandemi covid-19 mengakibatkan aktivitas masyarakat lebih banyak di rumah. Hal ini, turut mempengaruhi berkurangnya konsumsi masyarakat terhadap barang-barang di luar bahan pokok penting.

“Saya kira sekarang banyak yang pokok. Jadi, ada penguranganlah,” ujar Alex.

Selain berpengaruh terhadap perilaku konsumtif masyarakat, lanjut Alex, kondisi ini juga mengurangi jumlah orang yang datang dari daerah ke kota Palembang. Ini juga dialami oleh para pedagang yang berjualan di kota Palembang.

“Hanya berdagang di daerahnya dan sebagainya. Ataupun juga menghentikan kegiatannya,” ungkapnya.

Menurut Alex, semua aktivitas yang dilakukan manusia bisa menghasilkan sampah.

Namun, lanjut Alex, sejak pandemi covid-19 ini, terjadi penurunan timbunan sampah di kota Palembang sekitar 20 persen.

 

Penulis : Bovend

Sumber Foto : Google.com



Leave a Reply