- May 18, 2021
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Data sendiri memiliki pengertian adalah fakta dari suatu kejadian yang belum diolah.
“ ada istilahnya data mentah, karena kalau sudah diolah akan menjadi suatu informasi…nah dibelakangnya ada base, mart, warehouse. Maksudnya itu database, data mart dan data warehouse…ketiganya punya arti dan fungsi yang berbeda beda,” ujar Maria Bellaniar Ismiati, S.Kom, M.Eng, Dosen Sistem Informasi Unika Musi Charitas dalam Acara IT Corner (18/05/2021).
Ia menambahkan database merupakan tempat penyimpanan data seringnya berupa tabel yang terdiri dari baris dan kolom. Data mart suatu proses untuk menganalisis data atau dari database tersebut tapi hanya dari satu departmen atau satu bagian saja. Data warehouse atau istilahnya gudang data adalah suatu proses untuk menganalisa data atau dari database yg sudah dibuat dari semua department. “ jadi skalanya lebih besar dari data mart,” tukasnya.
Dalam pembuatannya, database menggunakan data-data yang didapat dari awal, jadi semua informasi dari apa saja yang akan dibuat. Contoh ketika ingin membuat e commerce, kita perlu data apa aja,istilahnya tabel. Butuh data barang, jadinya tabel barang , butuh data penjual, jadinya tabel penjual, dst. Kalau untuk data mart dan data warehouse, data yang digunakan dari data-data yang sudah dibuat dalam bentuk database itu sendiri bukan lagi data mentah tapi sudah dijadikan dalam bentuk tabel dan sudah diklasifikasikan menurut fungsinya atau sesuai nama tabelnya. Untuk proses transaksinya, kalau database untuk proses transaksional dan menggunakan current data/data yang saat itu ada atau terjadi perubahan. Misal kalau admin mau menambahkan data atau mengubah data dan bahkan untuk melakukan proses perhitungan dalam penjualan. Kalau data mart dan data warehouse menggunakan data historis atau data-data yang sudah disimpan sebelumnya karena fungsinya adalah untuk analisis.
“ Jadi sbnrnya di data mart dan data warehouse konsepnya read only dan tidak bisa melakukan proses perubahan apapun karena kita hanya akan melakukan proses analisis saja. Proses analisis biasanya dilakukan untuk bahan evaluasi ke depannya dari suatu perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa software ketiga jenis data tersebut, masing-masing berbeda.
” seperti contohnya kalau database kita bisa menggunakaan MySQL, postgree SQL, SQL Server dll. Data mart bisa menggunakan smart mart, visual warehouse, power mart. Data warehouse bisa menggunakan HP intelligent warehouse, sourcepoint, flowmark. Kalau kita mau menggunakan software-software tersebut untuk database tidak berbayar.jadi open source bisa digunakan full utk menu-menunya tetapi memang ada juga yg berbayar. Kalau tidak ada kesepakatan dgn institusi dalam hal ini kampus maka berbayar. Untuk data mart dan data warehouse biasanya berbayar karena skalanya sering untuk enterprise, jadi memang perusahaan membeli lisensinya tapi kalau yang untuk pembelajaran masih ada yang open source,” tukasnya
Untuk sifat datanya berbeda. Kalau database sifat datanya dua dimensi karena disimpan dalam bentuk tabel. Maksud dua dimensi itu dalam bentuk baris dan kolom. Kalau data mart dan data warehouse multidimensi, tidak hanya baris dan kolom tapi memang lebih dari itu.
“ Contohnya kalau database kita mau lihat nama pelanggan andi itu infonya apa saja, nah nanti akan keliatan baris dan kolomnya…baris andi, trus kolom alamat dimana, kolom nomer telpon dimana…sedangkan data warehouse misal kita mau lihat susu abc penjualan di wilayah palembang pada bulan ke 6 bagaimana? Bisa kita lihat analisis datanya seperti apa, tapi ya hanya read only karena sesuai fungsinya hanya sebagai analisis saja,” tukasnya
Penulis : Jati / Maria Bellaniar
Sumber foto : koleksi pribadi
