Dianggap Penting, Gambut Akan Masuk Kurikulum Lokal di Daerah

PALEMBANG  SONORA Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru, meyakini bahwa setiap ciptaan Tuhan pasti memiliki manfaat.

Hal ini diungkapkannya saat memimpin rapat koordinasi dengan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, Rabu (9/9) malam, di Griya Agung Palembang.

Herman Deru menduga, tidak jarang muncul pemikiran di masyarakat bahwa gambut merupakan benda yang tidak memiliki manfaat.

“Nganggap gambut itu sesuatu, yang mungkin, sisa-sisa Tuhan buat tanahlah. Mungkin ya. Ini saking gak ada manfaatnya,” ujar Herman Deru, dalam video yang diunggah akun instagram @humasprovsumsel, Rabu (9/9) malam.

Tidak hanya itu, lanjutnya, gambut membutuhkan perlakuan khusus untuk mengelolanya.

“Ditanami jeblok, dibuat jalan harus dikeruk pasang geotekstil, dan lain sebagainya. Jadi mahal,” ujar orang nomor satu di provinsi Sumatera Selatan tersebut.

Menurut Herman Deru, dengan pemeliharaan yang baik, gambut menjadi sesuatu yang justru dihargai oleh negara-negara maju.

“Sebagai penghasil karbon yang tadi kita bahas,” ungkap gubernur yang dilantik pada tahun 2018 lalu tersebut.

Provinsi Sumatera Selatan, sambung Herman Deru, sebagai salah satu daerah yang memiliki lahan gambut yang luas, membutuhkan perhatian dalam hal pendanaan dan pengetahuan.

“Sumatera Selatan, dengan 1,4 juta hektare, atau ekuivalen dengan sepuluh persen gambut Indonesi, tentu butuh sekali perhatian, bukan hanya di dalam sektor pendanaan, tapi pengetahuan,” ujar mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dua periode tersebut.

Ia bahkan memiliki pemikiran untuk memasukkan gambut sebagai salah satu kurikulum lokal untuk beberapa kabupaten di provinsi Sumatera Selatan.

“Saya, kok ada terpikir bahwa, untuk masukkan ini ke salah satu kurikulum lokal aja gitu untuk wilayah beberapa kabupaten ini,” ungkap suami dari Febrita Lustia.

Menurutnya, dengan mendapatkan pengetahuan soal gambut, minimal hingga sekolah menengah pertama, warga diharapkan tidak merusak gambut di kemudian hari.

“Dimasukkan, minimal disisipkan oleh Kadisdiknya,” ujarnya.

Kunjungan Kepala BRG Nazir Foead dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait penanggulangan kebakaran dan pemanfaatan gambut untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) milik pemerintah.

Diharapkan, kunjungan Kepala BRG kali ini, dapat merestorasi lahan gambut menjadi sektor ketahanan pangan, dan tidak menghilangkan fungsi dari lahan gambut itu sendiri.

 

Penulis: Bovend

Sumber Foto: Humas Provinsi Sumatera Selatan



Leave a Reply