- September 15, 2020
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
PALEMBANG SONORA – Pandemi corona berdampak terhadap semua sektor baik pendidikan maupun dunia kerja. Bekerja ataupun belajar dari rumah menjadi hal yang biasa sejak pandemi corona. Belajar dari rumah sudah berlangsung sekitar 8 bulan, hal ini menimbulkan kejenuhan bagi peserta didik maupun pengajar. Andri Wijaya, S.Kom, M.T.I dosen Sistem Informasi Unika Musi Charitas dalam program IT Corner (15/9/2020) mengatakan bahwa pembelajaran daring yang berkepanjangan menimbulkan kebosanan, hal ini bisa diatasi dengan system gamifikasi.
“ tidak bisa dipungkiri, pembelajaran daring terbatas imporovisasinya, mimik badan dan interaksi, perlu penyegaran disebut gamifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan gamifikasi mengadopsi dari game, belajar sambil bermain, sehingga tujuan yang ingin dicapai bisa tercapai.
“ ini bagian dari pedagogis milenial, belajar sambil bermain, game tidak asing lagi,” imbuhnya.
Gamifikasi lebih ke makna literasi digital, bentuknya bermacam – macam, pendidik bisa merancang secara manual kemudian memberikannya ke anak didik. Gamifikasi bisa berupa software ataupun bukan.
“ banyak aplikasi yang berbasis gamefikasi disebut funware, antara lain Kahoot dan Quizizz. Gamifikasi tergantung dari masing individu dosen, bila kreatif mereka menggunakanya dalam pembelajaran,” katanya.
Kahoot memiliki feature grade, penghargaan dan leader board, hal ini bisa memicu partisipan untuk aktif, aspek nilai juga bisa diambil dari gamifikasi seperti aspek keaktifan selain juga bisa untuk refreshing.
“ sejauh ini respon mahasiswa sangat antusias, mereka banyak yang ingin diulang setiap kali gamifikasi diterapkan, karena mereka ada rasa ingin memperbaiki skor mereka,” katanya.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber foto : Koleksi pribadi
