- June 8, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Informasi
PALEMBANG SONORA Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Menurut Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Bank Perkreditan Rakyat (bpr) juga tidak luput dari permasalahan.
Hal itu disampaikan Herman Deru, saat memberikan sambutan di acara penyerahan bantuan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan, Senin (8/6), di ruangan Graha Bina Praja Provinsi Sumatera Selatan.
“Kadang di waktu-waktu tertentu, saya sengaja cari informasi. Misal, Non Performing Loan (npl) di bpr, rata-rata justru bukan umkm,” ungkap Herman Deru.
Herman Deru menilai, pasti ada kesalahan awal dalam pemberian kredit tersebut.
“Batas maksimum pemberian kredit (bmpk) yang dilanggar, misalnya,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, bpr harus lebih berhati-hati dalam pemberian kredit tadi.
Apalagi, lanjut Herman Deru, rakyat sangat bangga dengan kehadiran bpr.
“Inilah yang langsung bersentuhan,” ungkapnya.
Herman Deru melihat, tidak ada salahnya bagi bank-bank umum untuk menjalin kemitraan dengan bpr.
“Jangan menjadikan ini rival, karena segmennya pun berbeda,” pungkasnya.
