- March 12, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Advertising, Berita Lokal, Berita Umum
PALEMBANG, SONORA – Harga gula pasir konsumsi eceran di tangan pedagang dalam beberapa hari ini mengalami kenaikan. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Drs. Iwan Gunawan M.si mengatakan untuk hari ini berada di level Rp 17.000, ada beberapa penyebab kenaikan harga sembako termasuk gula pasir yang pertama karena pemerintah menutup kran impor akibat wabah corona yang berpengaruh terhadap kebutuhan gula karena hampir 40 % bahan baku raw sugar diimpor dari cina, dan beberapa negara lain . Kedua terjadi penurunan produksi disemua pabrik gula di Indonesia karena kekurangan bahan baku , selain itu tebu sebagai bahan baku juga saat ini dalam kondisi musim tanam yang baru akan panen pada Mei mendatang. .
Berdasarkan hasil rakor perdagangan hari rabu ( 11/03/2020 ) yang dibuka oleh Presiden RI dan dihadiri para menteri , Presiden memerintahkan Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan kembali membuka impor bahan pokok termasuk sembako . Untuk mencukupi kebutuhan gula hasil rapat akan dibuka impor dari negara yang letaknya dekat seperti Australia, India dan Thailand.
Iwan mengatakan kebutuhan gula pasir di Sumatera Selatan sebesar 10.000 ton / bulan nantinya Sumatera Selatan akan mendapatkan jatah 90.000 dari 25.000 ton gula yang akan diimpor dan disalurkan ke Indonesia
Iwan juga menghimbau agar masyarakat tidak panik dan pedagang tidak boleh menaikan harga dan mengambil keuntungan , karena Bulog mengekstimasi kebutuhan gula hingga satu bulan kedepan masih cukup .
Penulis : Esy Armisi
Sumber Foto : Esy Armisi
