- June 25, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Berita, Berita Lokal, Informasi
PALEMBANG SONORA – Pandemi covid-19, yang sedang terjadi, seakan membuat semua menjadi berjeda.
Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mengungkapkan hal itu, Kamis (25/6).
“Ada jeda semua. Silaturahmi menjadi berjeda, pembangunan berjeda, perencanaan menjadi berjeda,” ujar Herman Deru, di acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tentang Penguatan Konektivitas Antar Wilayah.
Menurut Herman Deru, diperlukan upaya ekstra untuk menutup jeda itu.
Dengan aksi dan produktivitas, yang tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan.
Dalam sebuah virtual meeting yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (24/6), Herman Deru mengungkapkan soal gejolak ekonomi yang akan timbul akibat dari tidak berjalannya suatu pembangunan.
“Ketika pembangunan akan stuck, resonansinya ke gejolak ekonomi,” ungkap mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur 2 periode.
Herman Deru tidak menduga bahwa pernyataannya tersebut, disambut baik oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri.
Di sisi lain, pemerintah daerah harus memberikan stimulus ekonomi dengan menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (apbd).
Hal tersebut, sambung Herman Deru, akan membantu para buruh bangunan dalam pemenuhan kebutuhan.
“Maka di situ buruh, para tukang pasir, para tukang bata menjadi hidup, pemecah batu menjadi hidup,” pungkasnya.
Penulis : Bovend
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
