- August 28, 2020
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
PALEMBANG SONORA – Masih tingginya angka kasus positif covid-19 di Sumatera Selatan menimbulkan keraguan apakah sekolah bisa segera mengadakan tatap muka. Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumsel Dr. Hadi Asyik, Sp.A dalam acara Bincang Komunitas (28/8/2020) mengatakan bahwa IDAI mengeluarkan pernyataan belum menyetujui sekolah dibuka, kasus positif yang masih turun naik menjadi pertimbangan utama.
“ masih menunggu sampai akhir tahun nanti, bila sudah di buka, tetap menerapkan protocol kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan meskipun sekolah menggelar belajar dari rumah, para pelajar tetap disarankan dirumah saja.
“ kalau tidak penting sebaiknya tidak usah keluar rumah, tapi bila sakit, ke dokter dengan protocol kesehatan. Pakai masker, dan untuk anak dibawah 2 tahun bisa pakai faceshield. Masker yang dipakai sebaiknya masker bedah. Jaga jarak, jauhi orang yang sakit, untuk anak ajarkan cuci tangan,” imbuhnya.
Ia mengatakan untuk daerah zona hijau tidak semua diperbolehkan menggelar tatap muka khususnya anak sekolah dasar, karena masih banyak yang belum memahami hal – hal dengan baik.
“ kalau SMP, dan SMA silahkan, tapi kalau SD sulit mengaturnya, kadang bertukar masker lihat masker temannya yang lucu, meskipun anak – anak memiliki gejala ringan bila terinfeksi covid, namun bisa menularkan ke keluarga, ” ujarnya.
IDAI terbentuk pada tahun 1954 di Jakarta, di Sumsel dibentuk tahun 1984. Awal terbentuk terdiri dari 10 anggota, seiring waktu saat ini anggotanya sudah berjumlah 118 dokter anak. Latar belakang dokter mengambil spesialis anak karena saat praktik di puskesmas, jumlah kasus terbesar yang banyak dijumpai adalah anak – anak.
Penulis : jati sasongko
Sumber foto : Koleksi Pribadi
