Kenapa Makanan yang Dihinggapi Lalat Tidak Boleh Dikonsumsi ? Ini Penjelasannya

PALEMBANG SONORA – Makanan yang Dihinggapi Lalat Tak Boleh Dimakan ? Ini Penjelasan Sains

Sudah banyak yang tahu bahwa lalat merupakan hewan yang dapat menularkan penyakit melalui makanan.

Bahkan, makanan yang sudah dihinggapi lalat tidak boleh lagi di makan ataupun di minum, lalat yang berterbangan tak jarang berasal dari beberapa tempat yang kotor seperti tempat sampah atau got.

Dilansir dari kompas.com, berikut alasan mengapa makanan yang sudah di hinggapi lalat tidak boleh lagi di makan :

Tahukah Anda, sebagian besar lalat ternyata tidak memiliki gigi.

Hal ini selaraa dengan penjelasan para ilmuwan biologi dari Florida International University, dimana dalam artikel di The Conversation bahwa sebagian besar dari 110.000 spesies lalat tidak memiliki gigi.

Dengan demikian, lalat tidak bisa mengunyah makanan padat seperti yang dikonsumsi oleh manusia.

Mulut lalat memiliki fungsi yang mirip sedotan. Ketika lalat hinggap di atas makanan, lalat harus melepaskan cairan pencernaan untuk melunakkan makanan padat hingga bisa mereka telan.

Untuk memakan lebih banyak makanan, beberapa lalat mencoba mengurangi cairan yang sudah mereka makan.

Para ilmuwan mengatakan, lalat akan memuntahkan makanan ke dalam gelembung muntah dan mengeringkannya sedikit.

Setelah air menguap, lalat dapat menelan kembali makanan yang menjadi lebih pekat ini.

Fakta menarik lainnya adalah lalat dapat mencicipi makanan yang ia hinggapi tanpa menggunakan mulutnya.

Saat hinggap di atas makanan, lalat menggunakan reseptor yang berada di kakinya untuk memutuskan apakah makanan tersebut cukup bergizi untuknya.

Lantas, apakah makanan yang sudah dihinggapi lalat masih cukup sehat untuk dikonsumsi ?

Bisa jadi makanan kita yang telah dihinggapi lalat tersebut bukanlah makanan yang pertama.

Berdasarkan penjelasan para ilmuwan, bahwa ketika ada lalat yang hinggap di makanan, mungkin makanan tersebut bukan satu-satunya tempat yang disinggahi lalat.

Lalat bisa saja hinggap di atas benda-benda kotor, seperti makanan busuk, tempat sampah, dan bangkai hewan, yaang penuh mikroba.

Jika lalat hinggap di atas makanan cukup lama, kuman yang dibawanya mungkin dapat naik ke makanan.

Menurut para ilmuwan, ini lebih berbahaya dibandingkan liur lalat karena beberapa mikroba yang dibawanya dapat menimbulkan penyakit.

Namun, jika lalat hanya hingga selama beberapa detik, kemungkinan perpindahan mikroba rendah dan makanan mungkin masih layak untuk dikonsumsi.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Kompas



Leave a Reply