- November 3, 2023
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto, S.Sos, MM. telah memperpanjang operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yang seharusnya berakhir pada tanggal 4 November 2023, telah diperpanjang sampai tanggal 10 November 2023.
Melalui suratnya nomor B-603 /KA BNPB/PD.01.04/11/2023, tanggal 2 November 2023, Kepala BNPB RI mengistruksikan perpanjangan Pekerjaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan Pesawat Tipe Cessna Caravan C208 Dalam Rangka Kegiatan Penanganan Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Sumatera Selatan tahun 2023.
Instruksi tersebut berdasarkan permintaan PJ Gubernur Sumatera Selatan DR Agus Fatoni, yang sangat concern terhadap kegiatan penanggulangan Karhutla dan memahami betul kondisi iklim dengan fenomena El Nino panjang ini telah menyebabkan kekeringan yang cukup parah sehingga pasukan darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api, kesulitan mendapatkan air.
Sebelumnya, Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Yanuar Adil pada tanggal 11 Oktober lalu melepas 350 orang prajurit dari berbagai kesatuan, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo pada tanggal 1 November Kemarin, kembali melepas 53 orang personel untuk membantu Manggala Agni Daops XVII Sumatera yang bermarkas di OKI, seluruh pasukan sekitar 2.000 orang saat ini terus berjuang memadamkan api di wilayah Sumsel.
PJ Gubernur Sumsel Kirim Excavator dan Perpanjang TMC untuk Penanggulangan Karhutla
Cuaca panas akibat El Nino berkepanjangan menyebabkan kekeringan, sehingga team penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel kesulitan mendapatkan air.
Pemadaman melalui water bombing selain membutuhkan waktu penerbangan yang lama untuk mendapatkan air, juga dibatasi SOP sehingga helicopter ini tidak bisa menjatuhkan air di lahan konsesi, oleh karena itu maka yang perlu diperkuat adalah upaya pemadaman melalui darat yang dikomandoi oleh Manggala Agni.
Saat mengunjungi Markas Manggala Agni Daops Sumatera XVII OKI pada hari Senin lalu (30/10), Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo menerima masukan perihal dibutuhkannya peralatan berupa excavator dan perlunya penambahan masa kerja team Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang akan habis masa kerjanya pada tanggal 4 November mendatang.
Setelah menerima laporan dari Kapolda Sumsel, PJ Gubernur Sumsel DR Agus Fatoni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel melalui BPBD Provinsi Sumsel akan meminta BNPB untuk memperpanjang masa kerja team Teknologi Modifikasi Cuaca, dan pada hari Kamis (2/11) akan mengirim tiga unit excavator untuk memperkuat team Manggala Agni Daops Sumatera XVII OKI.
Masing-masing excavator tersebut akan dikirim dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel sebanyak satu unit yang akan digunakan untuk membangun sekat bakar, dan dua unit akan dikirim oleh dinas PSDA Provinsi Sumsel untuk normalisasi kanal yang akan dialiri air yang dipompa dari Sungai Komering ke lokasi titik api sepanjang 18 kilometer.
Ditempat terpisah, Kepala PPI Manggala Agni Sumatera Daops XVII Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan bahwa perlunya penekanan kepada masyarakat untuk berhenti membakar lahan, karena upaya modifikasi cuaca melalui hujan buatan sangat kecil tingkat keberhasilannya bilamana tidak terbentuk awan hujan, sedangkan terbentuknya awan ini membutuhkan penguapan air atau evaporasi, dan evaporasi tidak bisa terjadi bilamana udara dipenuhi asap Karhutla.
