Kerumunan Sebelum Lebaran Lebih Dikhawatirkan daripada yang Melanggar Larangan Mudik

Palembang Sonora – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang DR.dr.Zulkhair Ali , SpPD,K-GH, FINASIM, Jumat (14/05/2021) kepada Sonora menceritakan pengalamannya di hari raya Idul Fitri 1442 H.

“ lebaran kali ini sepi dan hikmah. Saya perhatikan jalan-jalan sepi, saya keluar jam 8, disekitar Kampus lengang di pagi hari. Berapa masjid mengadakan sholat id bersama, tapi mungkin mengadakan lebih pagi sehingga hanya Jemaah disekitar masjid saja sehingga tidak ada kerumunan,”ujarnya.

Ia juga menceritakan suasana lebaran di rumahnya yang menerapkan protocol kesehatan.

“ kita biasa saling mengunjungi, tapi tahun ini tidak bisa. Saya ada 3 bersaudara dan saya paling tua menyampaikan kalau mau datang silahkan, tapi jangan ramai-ramai dan berbarengan. Biasa ada makan siang bersama tapi bergantian makannya jadi tidak berkumpul saat makan bersama,” tukasnya.

Ia menilai larangan mudik oleh pemerintah sangat baik dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran virus corona, tapi dirinya sedikit mengkhawatirkan adanya keramaian di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan menjelang hari raya Idul Fitri yang dapat memicu meningkatnya jumlah kasus positif covid-19.

“ bila tidak ada larangan mudik tentu akan ada mudik bareng, takutnya akan banyak terjadi banyak penularan. tap ikan ada larangan mudik. Justru yang ditakutkan adalah saat sebelum lebaran karena banyak masyarakat yang kumpul di pasar-pasar atau mal-mal,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diiinginkan, masyarakat yang terlanjur mudik, sebaiknya usai mudik melakukan isolasi mandiri. Bila merasa badan tidak enak sebaiknya pergi ke fasilitas kesehatan memeriksakan diri. Ia juga menambahkan saat hari raya masyarakat perlu mengontrol diri makan makanan yang memicu timbulnya komorbid sebab bila terpapar covid akan menjadi lebih berat.

“ setelah berpuasa bebas makan makanan yang manis, kolesterol, dan berlemak. Penyakit komorbid akan bangkit seperti diabetes, darah tinggi. Harus dikontrol supaya bila terpapar tidak terlalu berat sebab dua hal ini saling menguatkan infeksi dan komorbid,” tukasnya.

Ia juga menambahkan varian baru virus corona memiliki sifat cepat menular dan gejala lebih berat namun hal tersebut menurutnya lebih baik ketimbang yang tidak bergejala sehingga bisa segera terdeteksi.

“ karena gejalanya lebih jelas maka lebih cepat berobat, ketimbang tidak bergejala kemana-mana dan menularkan virus. Bila ada perubahan badan segera periksa ke dokter karena rumah sakit sekarang sudah menyiapkan minimal swab antigen dengan ini lebih mudah dan cepat,” tukasnya.

 

Penulis : jati / endah

Sumber foto : google



Leave a Reply