- March 24, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Artikel, Berita, Berita Lokal, Berita Umum, Informasi, Kesehatan
PALEMBANG, SONORA – Dalam upaya ikut mencegah penyebaran virus corona covid 19, Keuskupan Agung Palembang telah mengambil beberapa langkah-langkah strategis. Sekretaris Keuskupan Agung Palembang Romo RD. Guido Suprapto dalam wawancara dengan Sonora mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang ke- dua terkait upaya pencegahan serta penyebaran virus corona yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada saat ini.
“Pertama kita himbau kepada Umat Katholik agar tetap waspada, tetap optimis, dan jangan gelisah, sehingga kita bisa menentukan sikap dan prilaku seperti apa yang kita lakukan. Jangan ada presepsi atau menunjukkan bahwa kita menyederhanakan upaya pencegahan, kita ikut dengan anjuran otoritas pemerintah,” ucapnya.
Guido menambahkan pihaknya juga mengajak Umat Katholik untuk menempatkan wabah corona virus adalah masalah bersama, serta melakukan pencegahan secara bersama sama dengan pemerintah.
“Kita sedang mengupayakan kebersamaan seperti apa dan tindakan seperti apa yang konkrit yang bisa dilakukan oleh keuskupan dalam rangka pencegahan,” ucapnya.
Terkait kegiatan peribadatan atau kegiatan pastoral gereja Guido menghimbau kepada umat bahwa apabila sakit atau merasa gejala sakit agar tinggal di rumah dan tidak ikut dalam perayaan. “Juga kita tiadakan beberapa perayaan dan kegiatan pastoral yang selama ini berjalan, misal perayaan Ekaristi dilingkungan dan kegiatan kegiatan dilingkungan atau perayaan perayaan ekaristi dari komunitas kategorial ditiadakan, lalu Jalan Salib hari Jum’at ditiadakan, kemudian yang sifatnya pendampingan iman atau pengajaran, seperti persiapan komuni pertama, katekumen dan sekolah minggu ditiadakan, ada cara lain yang betul betul praktis dalam upaya mencegah penularan virus corona, “ ucapnya.
Guido mengatakan bahwa Keuskupan Agung Palembang sampai saat ini belum menempuh pilihan misa online atau live streaming namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa saja dilakukan. “Kita tetap terbuka, sambil mengikuti perkembangan, bukan harga mati tidak melakukan itu, jika itu sungguh sungguh menuntut, kita akan lakukan,” ucapnya. Guido menegaskan bahwa Misa Minggu tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan umum. “Yang sakit tidak usah datang, ada petunjuk petunjuk praktis , missal air suci ditiadakan, kemudian salam damai dengan cara menjaga jarak, tidak harus bersalaman dan juga kolekte secara konkret bentuknya petugas kolekte saja yang mengedarkan ke umat, tidak semua umat, atau dengan cara memasukkan di pintu gereja sebelum ekaristi atau setelah perayaan ekaristi dengan mempertimbangkan tidak usah antri atau berdesak desakan. Hal seperti itu diatur untuk pilihan bahwa kita hari minggu masih menyelenggarakan perayaan ekaristi, “ ucapnya.
Guido kembali menghimbau kepada Umat Katholik Keuskupan Agung Palembang untuk tidak usah panik, tetap optimis serta selalu mengupdate informasi dan mengikuti anjuran anjuran dokter atau otoritas yang tahu persis bagaimana pencegahan serta melakukannya.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
