Makna 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Tengah Pandemi

Palembang Sonora – Pada tanggal 17 Agustus 2021 besok, bangsa Indonesia akan merayakan HUT nya yang ke 76. Apa maknanya, terutama di tengah pandemi covid-19?, Dr. Ardian Saptawan, Pengamat Sosial Politik Sumsel menjelaskannya kepada Sonora (14/08/2021).

“ Pertama kita prihatin, kedua kita mendapat tantangan yang luar biasa mengisi kemerdekaan karena ada pandemic covid-19 ini,” ujarnya.

Kita harus sadar bahwa merebut kemerdekaan ini tidak gampang dengan korban nyawa dan harta pahlawan kita. Oleh sebab itu kita jangan surut menghadapi pandemic ini, seperti semboyan nasional yaitu tumbuh dan berkembang, kita harus eksis dan tangguh melanjutkan perjuangan para pendahulu kita.

Dengan adanya pandemic kita harus berkaca kebelakang, apa yang kita hadapi sekarang mungkin tidak semudah dengan apa yang dihadapi pendahulu kita ketika ingin memerdekakan diri. Kita tercerai berai dari berbagai pulau untuk merebut kemerdekaan, oleh karena itu semangat itu perlu kita tumbuhkan lagi. Kita harus bersatu dalam mengahadapi pandemic ini. Perbedaan adalah suatu rahmat untuk saling melengkapi bukan saling menyingkirkan. “ Maka kita jadikan semangat kemerdekaan ini untuk bersatu melawan covid-19 dan memperkuat pertumbuhan ekonomi kita kedepan,” tukasnya.

Bangsa kita adalah bangsa yang dinamis, setiap masa memiliki situasi dan keadaanya sendiri-sendri. Oleh sebab itu selama 76 tahun kemerdekaan ini, pemerintah berupaya memerdekakan orang menjadi manusia yang utuh dan seluruhnya. Memang masih ada beberapa pelanggaran ham yang terpaksa dilakukan karena mendahulukan kepentingan umum. Factor yang paling besar adalah melawan korupsi. Korupsi sudah merambat dimana-mana, dari desa sampai ke pusat. Kita harus sadar kembali kepada khittah nya. Orang-orang dulu berjuang merebut kemerdekaan dan masuk penjara, tapi sekarang orang masuk penjara karena korupsi. Para koruptor harusnya malu, korupsi menjadi masalah yang sangat menonjol.

Presiden Jokowi sudah berusaha membangun fisik yang merata. Memang belum maksimal tapi harus dimaklumi, apa yang sudah dilakukan pemimpin kita adalah yang terbaik dimasanya. Jangan selalu mencerca, harus berfikir positif untuk kemajuan bangsa kita.

Masalah lainnya adalah globalisasi, persaingan sudah lintas negara. Mau tidak mau daya saing kita harus berstandar internasional. Bangsa kita harus meningkatkan kemampuannya, kalau tidak kita akan terjajah secara ekonomi oleh negara-negara tetangga. Kita menjadi lahan pasar mereka, oleh sebab itu salah satu caranya adalah meningkatkan produk buatan Indonesia untuk dipakai pasar Indonesia sendiri.  Salah satu janji presiden adalah memperkuat kemandirian kita, berkaitan dengan revolusi mental. Ini perlu didorong kuat di sisa pemerintahannya selama dua tahun lagi, agar daya saing kita kuat yang diukur dari standar luar negeri dan tidak kebanjiran barang barang luar.

penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi



Leave a Reply