Melalui Pengawasan Barantin, Keamanan Anggur Shine Muscat Impor di Indonesia Sudah Melalui Pengawasan Ketat

Sonora Palembang – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan, termasuk produk pertanian seperti buah-buahan impor, melewati proses pengawasan ketat sebelum masuk ke pasar Indonesia. Ir. Kostan Manalu, M.M., Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan, saat diwawancara melalui sambungan telp di Radio Sonora Palembang  menyatakan bahwa anggur impor, termasuk jenis Shine Muscat yang diminati masyarakat, telah melalui pemeriksaan mendalam untuk menjamin keamanan konsumsinya.

“Anggur Shine Muscat yang berasal dari China dan masuk ke Indonesia dari Januari hingga September 2024 tercatat sebanyak 681 ton,” jelas Kostan. Anggur ini diperiksa ketat di negara asalnya melalui pengujian residu pestisida oleh laboratorium terakreditasi yang terdaftar di Barantin. Setiap sertifikasi karantina didukung oleh sertifikat hasil uji atau Certificate of Analysis (COA), yang menunjukkan bahwa anggur Shine Muscat dan jenis anggur impor lainnya aman untuk dikonsumsi.

Barantin menerapkan dua tahap pemeriksaan, yakni pre-border dan at-border. Tahap pre-border dilakukan di negara asal melalui analisis risiko, sedangkan pemeriksaan at-border mencakup pengecekan fisik, dokumen, dan laboratorium saat komoditas tiba di pelabuhan atau bandara Indonesia. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa anggur Shine Muscat yang masuk bebas dari hama dan penyakit serta memenuhi persyaratan keamanan pangan.

Sebagai upaya preventif, Barantin juga telah mengembangkan sistem karantina digital terintegrasi yang disebut Prior Notice. Sistem ini mewajibkan pelaku usaha di negara asal mengirimkan dokumen pendukung sebagai langkah antisipasi sebelum anggur Shine Muscat tiba di Indonesia, sehingga proses pemasukan lebih cepat, aman, dan memenuhi aspek biosecurity protection.

Berdasarkan data Pusat Data dan Sistem Informasi Barantin, total impor anggur ke Indonesia dari berbagai negara seperti China, Australia, Peru, Chile, dan India mencapai 78.538 ton pada periode Januari hingga September 2024. Pemeriksaan residu pestisida pada anggur Shine Muscat ini termasuk uji terhadap Chlorpyrifos dan berbagai bahan kimia lain yang berpotensi menjadi kontaminan. “Hingga saat ini, hasil monitoring menunjukkan bahwa residu pestisida pada anggur impor termasuk Shine Muscat berada di bawah ambang batas yang aman,” tegas Kostan.

Barantin juga melakukan monitoring berkala terhadap komoditas ini dengan pengambilan sampel serta pengujian keamanan pangan, termasuk pemeriksaan logam berat, mikotoksin, dan cemaran mikrobiologi. Selain itu, Barantin telah melakukan pengujian keamanan pangan terhadap 3.561 jenis Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), termasuk 772 uji parameter pestisida khusus pada buah anggur.

Ir. Kostan Manalu, M.M., mendorong masyarakat untuk tetap mengutamakan konsumsi buah nusantara serta menjaga kebersihan buah sebelum dikonsumsi. “Mencuci anggur Shine Muscat dan buah lainnya dengan air mengalir dapat membantu mengurangi kontaminan seperti residu dan kotoran,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Barantin memastikan anggur Shine Muscat yang masuk ke Indonesia aman dikonsumsi, sejalan dengan komitmen untuk melindungi kesehatan masyarakat serta mendukung konsumsi produk lokal.

Penulis Achmad Aulia

Poto Istimewah

 

 



Leave a Reply