Mengenal Komunitas Solidaritas Oksigen Palembang

Palembang Sonora – Sebagai bagian dari inisiatif yang dijalankan oleh Sriwijaya Youth Action, Komunitas Solidaritas Oksigen Palembang ikut andil dalam merespon stuasi terjadinya kelangkaan tabung oksigen akibat tingginya angka kasus positif covid-19 di tanah air. Farid Amriansyah dari Komunitas Solidaritas Oksigen Palembang kepada Sonora (09/08/2021) menceritakan seputar komunitas ini.

“ Awalnya 4 tangki, kemudian meningkat jadi 7 tabung, dan kini ada 32 tabung. Kami juga berkolaborasi dengan Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia, mereka membantu 25 tabung, sekarang jadi 32 tabung oksigen,” ujarnya.

Masyarakat yang ingin mengetahui cara meminjam tabung oksigen bisa melihat melalui instagramnya @sriwijayayouthaction atau melalui WA di 089506613462 dengan mengisi formulir peminjaman di bit.ly/pinjamoksigen. “ Mekanisme peminjaman secara online dan mobile,” tukasnya.

Saat ini terjadi kelangkaan oksigen, kalaupun tersedia terjadi kenaikan harga yang significant. Tabung oksigen 1 m3 dulu harganya enam ratus ribuan, kini mencapai dua juta lima ratus. Regulator oksigen untuk pemakaiannya, dulu harganya dua ratus ribuan sekarang bisa mencapai delapan ratus hingga satu juta dua ratus ribuan. meskipun  ada bantuan pemerintah ataupun BUMN tapi terdapat kelangkaan tabung oksigen sehingga yang isoman atau yang darurat sulit mendapatkan oksigen.

Banyak pasien yang menolak di swab, dan memeriksakan diri ke faskes, akibatnya gejalanya berat sementara igd penuh dan banyak yang meninggal saat isoman. “ Alangkah baiknya masyarakat bisa menjaga diri sehingga tidak perlu pinjam oksigen dari kami. Dari 32 tabung hari ini sisa 8 tabung,” ujarnya.

Setiap daerah memiliki keunikan masing-masing, pemerintah daerah harus memiliki strategi masing-masing dalam mengatasi penyebaran covid-19. “ Sistem ganjil genap tidak efektif karena Pelembang tidak ada daerah penyangga seperti Jabodetabek. Yang paling utama adalah peningkatan kapisitas testing, mendorong tracing dan sosialisasi vaksin. Itu belum terlihat, belum ada tempat-tempat testing gratis. PPKM tanpa jaring social akan memukul UKM, sementara masyarakat tetap koboi,” tukasnya.

Berdasarkan data 6 Agustus 2021, kota Palembang tingkat kematian akibat covid-19 cukup tinggi masuk lima besar nasional. Yang meninggal banyak yang tinggal dirumah atau isoman. Pemerintah daerah perlu menyikapi secara serius mengingat peningkatan kasus covid-19, sudah mulai menyebar diluar pulau jawa dan bali. “ Didaerah ada keterbatasan rumah sakit dan fasilitas pemeriksaan. Pemerintah harus sadar dengan kondisi ini,” ujarnya.

 

Penulis : jati

Sumber foto : Koleksi pribadi



Leave a Reply