Pemeriksaan Sampel Covid-19, Pengamat: Pemerintah Bisa Lakukan Zonasi

PALEMBANG SONORA – Provinsi Sumatera Selatan termasuk ke dalam wilayah dengan kasus positif covid-19 yang tinggi.

Pemerintah daerah harus melakukan terobosan dalam penanganan covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pengamat politik Sumatera Selatan, Bagindo Togar Butar-Butar, saat dihubungi radio Sonora melalui sambungan telpon, beberapa waktu lalu.

Menurut Bagindo, Provinsi Sumatera Selatan memiliki wilayah yang luas, dengan jumlah kabupaten/kota sebanyak 17.

Dengan jumlah sebanyak itu, lanjut Bagindo, dirinya mempertanyakan pemerintah daerah yang tidak melakukan zonasi dalam pemeriksaan sampel covid-19.

“17 kabupaten/kota kenapa gak dibuat zonasi,” ujarnya.

Bagindo memberikan beberapa contoh zonasi menurut pendapatnya.

“Misalnya, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, dipusatkan di Baturaja. Satu bikin portable lab, gak begitu jauh dari rumah sakit rujukan,” ujarnya.

“Kemudian, Muratara, Musi Rawas, Lubuklinggau. Satu tempat ditempatkan di Lubuklinggau,” ungkapnya.

“Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Pagaralam. Letakkan di Lahat,” ujarnya.

Menurut Bagindo, hal tersebut lebih baik, daripada dana anggaran hanya digunakan untuk membeli bahan makanan.

“Beli indomie, beli beras, yang tiga hari lagi menjadi kotoran. Maaf lah ya,” pungkasnya.

 

Penulis : Bovend

Sumber Foto : Google.com



Leave a Reply