- January 29, 2024
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung sekaligus sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Wilayah Sumatera Selatan Ferdinan Lengkong dalam rapat pleno Forum ALCo (Asset and Liability Committee) Sumatera Selatan yang beranggotakan seluruh Kantor Wilayah Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan mengatakan bahwa APBN Sumatera Selatan (Sumsel) sampai dengan 31 Desember 2023 menunjukkan kinerja yang semakin optimal. Hal ini ditandai dengan Pendapatan Negara yang tumbuh positif dan pencapaian realisasi yang melebihi target penerimaan dalam mendukung perekonomian Sumatera Selatan agar tetap terjaga solid.
“ Pendapatan Negara di wilayah Sumsel yang terdiri dari Penerimaan Pajak, Kepabeanan dan Cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan 31 Desember 2023 terealisasi 111.85% dari target, tumbuh positif 12.85% (yoy). Realisasi penerimaan perpajakan yang terdiri dari penerimaan pajak dan penerimaan kepabeanan dan cukai melebihi target penerimaan yang telah ditetapkan. Masing-masing sebesar 105.42% dan 108.36%, sedangkan pendapatan dari sektor PNBP realisasi penerimaannya mencapai 166.30%,” ujarnya
Lebih jauh ia mengatakan bahwa pengaruh Operasi Pemerintah pada perekonomian Sumsel antara lain dalam bentuk pendapatan yang dihasilkan di wilayah Sumsel pada tahun 2023 mencapai Rp34,01 T, meningkat 6,39% dibandingkan tahun 2022. Kontribusi belanja Pemerintah pada sektor riil perekonomian Sumsel tahun 2023 sebesar Rp50,72 T, meningkat dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp46,82 T. Operasi gabungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sumsel sampai dengan 31 Desember 2023 berpotensi masuk ke sektor rill sebesar Rp50,72 Triliun yang terdiri dari Konsumsi Pemerintah (G) sebesar Rp35.747,05 Miliar, Konsumsi Privat (C) sebesar Rp1.037,05Miliar, dan Investasi Pemerintah (I) Rp13.935,49 Miliar.
Realisasi penerimaan pajak dari Januari sampai dengan 31 Desember 2023 mencapai sebesar Rp18,50T atau 105,4% dari target sebesar Rp17,55T. Dari Kelompok Pajak PPh Non Migas, PPN & PPnBM, PBB & BPHTB, Pajak Lainnya yang memiliki realisasi capaian penerimaan terbesar adalah PBB & BPHTB yaitu sebesar 113,4%. Realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp297,74 Miliar atau sebesar 108,36% dari target. Penerimaan ini terdiri dari Bea Masuk (BM), Bea Keluar (BK), dan Cukai yang memiliki kenaikan penerimaan sebesar 1.244,48% (yoy) karena pengaruh penindakan rokok ilegal. PNBP mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3.471,45 M (43,80% yoy) atau Atau 166,3% dari target APBN yang berasal dari PNBP Lainnya dan Pendapatan BLU, PNBP Sumber Daya Alam, dan PNBP Aset, Lelang, Piutang Negara.
Belanja pemerintah pusat yang memberikan manfaat langsung ke masyarakat mencapai sebesar Rp8.21 Triliun. Belanja ini terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga dan belanja Transfer Ke Daerah (TKD) yang meliputi bidang infrastruktur, pendidikan, bantuan sosial, pertanian, dan perlindungan sosial. Kinerja penyaluran TKD semakin baik, penyaluran TKD tumbuh positif 5,55% (yoy) secara nominal. Hal ini juga diikuti dengan kinerja secara persentase realisasi terhadap alokasi di tahun 2023 yang lebih baik. Sampai dengan akhir tahun anggaran 2023 tercapai 102,20% dibandingkan periode tahun lalu yang mencapai 92,27%.
Kinerja APBD wilayah Sumsel tetap optimal. Sampai dengan 31 Desember 2023, Tren pendapatan daerah per bulan secara mtm mengalami kenaikan pada Desember 2023 sebesar 58,99% dibandingkan bulan sebelumnya, begitu juga secara yoy yang mengalami kenaikan 37,24% pada bulan Desember 2023 dibandingkan Desember 2022. Hal tersebut terjadi karena memasuki akhir tahun anggaran, seluruh Pemda di Sumsel telah memenuhi syarat salur TKD dan telah dilakukan penyaluran, utamanya pendapatan daerah di Bulan Desember naik melalui kontribusi dari kenaikan pendapatan Dana Transfer dibandingkan bulan sebelumnya. Kinerja mayoritas jenis Pendapatan Asli Daerah tumbuh yang mengindikasikan aktivitas ekonomi masyarakat di Sumsel terus membaik.
Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan tercermin dari aktivitas perekonomian berupa aktivitas konsumsi, produksi, dan investasi yang hingga Bulan Desember 2023 terjaga dengan baik. Perekonomian di Sumsel mencatatkan tren pertumbuhan yang solid dan memberikan kontribusi yang besar terhadap ekonomi di kawasan Sumatera maupun Indonesia . Laju inflasi Sumsel masih terkendali di bawah target 3±1%. Beras menjadi komoditas dominan yang mempengaruhi inflasi Sumsel baik secara year on year maupun month to month.
Perkembangan Neraca Perdagangan Sumsel terus mencatatkan surplus, namun perlu mewaspadai tren pertumbuhan negatif ekspor. Neraca Perdagangan Sumsel pada Desember 2023 Surplus USD 516,30 Juta. Secara kumulatif Januari-Desember 2023, neraca perdagangan Sumsel mencapai surplus USD 5,85 miliar.
APBN Sumsel tetap berkinerja baik, dari sisi pendapatan maupun belanja dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perekonomian di wilayah Sumatera Selatan dapat tetap terjaga solid, ditandai aktivitas konsumsi dan produksi yang tetap positif .
