- June 10, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Berita, Berita Umum
PALEMBANG Sonora – Pendekatan yang humanis sangat diperlukan dalam mendidik dan membina masyarakat saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (psbb).
Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Hukum Sumsel, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang, Dr. Firman Freaddy Busroh, saat diwawancarai radio Sonora, Rabu (10/6).
Menurut Firman, selain pendekatan humanis tadi, poin penting lain adalah soal pemberian sanksi yang bermanfaat kepada para pelanggar.
“Jangan berupa sanksi yang tidak mendidik,” ujar Firman.
Firman mendukung sepenuhnya pendekatan humanis yang diterapkan oleh petugas psbb.
Hal tersebut, lanjut Firman, merupakan bentuk penyadaran kepada masyarakat soal pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam penanganan covid-19.
“Tanpa harus, misalnya, menimbulkan potensi konflik dengan masyarakat,” ungkapnya.
Firman memberikan apresiasi terhadap penerapan sanksi kepada para pelanggar psbb.
“Sanksi seperti menyapu jalan. Saya kira, itu sudah tepat” pungkasnya.
