Pengelola Mall Menjerit Akibat PPKM Level 4 Diperpanjang

Palembang Sonora – Penerapan PPKM Level 4 kembali diperpanjang untuk yang kedua kalinya. Bagaimana dampaknya terhadap operasional mall di Palembang ?, Felice, Vice GM PTC Mall kepada Sonora (11/08/2021) menceritakan dampaknya.

“ Level 4 yang boleh dibuka adalah usaha-usaha esensial. Bagi mall sangat berpengaruh karena yang esensial di dalam mall hanya 10 sampai 15 persen saja, selebihnya tutup, otomatis pengunjung turun. Retail fashion, emas, handphone tidak buka, akhirya kawasan ruko-ruko juga berpengaruh. Harapannya kebijakan lebih baik untuk mensuport usaha kita karena disatu sisi kesehatan penting tetapi ekonomi juga harus jalan,” ujarnya.

Sektor esensial yang buka dari jam 9 hingga 20 seperti supermarket Farmers, bakery, resto-resto dengan catatan take away atau makan dimobil. Toko obat masih buka, perbankan lebih memilih menutup gerainya.

Banyak complain yang diterima pengelola mall. Peraturan yang turun seminggu sekali membuat para tenan bertanya-tanya. Pemilik tenan makanan di lantai atas meskipun diperbolehkan buka namun tidak ada pengunjungnya sebab tenan dilantai bawah tutup tidak ada pengunjung, sementara biaya operasional tinggi, listrik tetap harus dibayar. Penjualan online tidak banyak membantu, hanya sekitar 10 % saja dari omset. Bila hanya satu minggu atau dua minggu, owner masih bisa membayar gaji karyawan, tapi bila sudah sebulan maka terpaksa dilakukan pengurangan karyawan. Total karyawan PTC mall berjumlah 1500 orang, kemanan terus berjalan, maintenance juga berjalan bila tidak ada solusi maka bisa berdampak pada PHK masal. Ada sebagian penyewa tenan, mata pencariannya hanya di PTC mall saja dan tidak ada cabang lain diluar.

Wacana pengunjung mall harus menunjukkan surat vaksin dinilai belum cukup efektif. Jumlah vaksin masih terbatas, masyarakat yang vaksin baru sebagian kecil saja. “  Kalau diterapkan, berapa besar pengunjung yang bisa datang ke mall ? jumlahnya tidak seberapa bayak. Ujung-ujungnya sama saja pengunjung tidak bisa masuk,” tukasnya.

Wacana anak-anak dan lansia dilarang masuk mall juga dinilai tidak masuk akal, sebab tidak mungkin anak-anak dan orang lansia ditinggal sendirian dirumah. Segment tenan juga harus ada yang tutup sebab wahana permainan pangsa pasarnya adalah anak-anak usia 10 hingga 12 tahun.

“ Harapannya, tolong ditinjau lagi kebijakannya. Ajukan ke pusat hanya pembatasan waktu saja, usaha tetap buka. Jangan hanya mall yang dilarang padahal kita taat prokes. Stimulus bagi pengelola mall belum ada, sejauh ini hanya untuk rumah tangga saja. biaya listrik, pajak normal bebannya padahal stimulus dari pemerintah belum ada,” ujarnya.

 

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi



Leave a Reply