Pengelola Mall Menjerit Dengan Penerapan PPKM Level 4

Palembang Sonora – Salah satu dampak dari penerapan PPKM level 4 dikota Palembang adalah ditutupnya mall, kecuali supermarket yang menjual sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Menanggapi hal tersebut, Co Ing, Mall Director Palembang Icon kepada Sonora (29/07/2021) mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut menurutnya mall selalu menjadi kambing hitam penyebaran covid-19, padahal belum tentu banyak factor lainnya.

“ Saya sudah tidak bisa ngomong lagi. Dari awal pandemic kami sudah menjalankan protocol kesehatan sebagaimana mestinya. Bahkan mall kami pernah mendapat penghargaan dari walikota sebagai tempat umum yang menyelenggarakan protocol kesehatan sangat baik. Hanya saja covid bertambah dan kita masuk ke level 4. Level empat tidak serta merta dari pusat perbelanjaan. Banyak factor-faktor lainnya, sayangnya kebijakannya selalu mall yang jadi kambing hitamnya. Mall dituduh jadi pusat penyebaran jadi harus ditutup,” ujarnya.

Ia menambahkan hampir semua mall berteriak mengapa mall yang selalu disalahkan. Kita lihat saja, apakah dengan ditutupnya mall maka covid di Palembang akan berkurang. “ Kita lihat saja, jujur sangat kecewa,” tukasnya.

Ia tidak mengetahui rencana apa yang akan dilakukan para tenan menunggu PPKM berakhir.  Menurut informasi mereka akan berjualan online. “ Jualan online, berapa sih kontribusinya ?, paling Cuma 10 sampai 15%,” ujarnya. Ada juga kebijakan restaurant diperbolehkan buka tapi tidak boleh dining atau makan ditempat, harus take away atau bungkus. “ Pemasukannya Cuma 10 % kalau Cuma take away. Cost mereka tidak akan tertutup,” ujarnya. Banyak tenan yang menyatakan ingin menutup usaha daripada take away.

Terkait wacana pengunjung mall harus menunjukkan surat vaksin saat hendak berkunjung, dirinya menyambut baik wacana tersebut, bahkan tidak hanya pengunjung  semua pekerja mall juga harus divaksin semua. “ Dari asosiasi sudah bicara, mereka mendukung tapi pengunjung juga harus vaksin, samakan saja, seluruh Indonesia bila perlu,” tukasnya.

Ia menilai pemerintah harus cerdas, daerah mana yang prokesnya tidak jalan, itu yang harus ditertibkan  jangan semua dipukul rata berdasarkan kebijakan pusat. “ Pusat belanja banyak macamnya. Yang tidak prokes silahkan dibatasi, jangan dipukul rata, di Palembang ada ribuan pekerja yang bergantung dari mall. Jangan pengusahanya saja,” ujarnya.

 

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi



Leave a Reply