- October 9, 2026
- Posted by: Achmad Aulia
- Category: Informasi
Sonora Palembang — PT PLN Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Keramasan mengandalkan inovasi ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR/TJSL) “Palembang Kito Nian” dalam penjurian TOP CSR Awards 2026, Jumat (6/3/2026). Program ini mengintegrasikan pemanfaatan limbah industri dengan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Program yang merupakan singkatan dari Kolaborasi Inovatif Organik & Natural Ingredients Keramasan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan dan sosial, termasuk perlindungan Sungai Keramasan serta pemberdayaan kelompok masyarakat rentan.
Manager UP Keramasan, Rendi Wijaya Putra, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan manfaat lingkungan dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Rendi dalam presentasi di hadapan tim juri.
Salah satu keunggulan program Palembang Kito Nian terletak pada pemanfaatan limbah modul frame filter dari kegiatan pemeliharaan pembangkit. Material besi yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut diolah menjadi mesin destilasi aromaterapi bernama “Messi” untuk mendukung produksi produk berbasis bahan alami.
Inovasi ini mengimplementasikan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah material sisa industri menjadi sarana produksi bernilai tambah. Berdasarkan perhitungan perusahaan, pemanfaatan kembali material tersebut diperkirakan dapat mengurangi potensi emisi Global Warming Potential (GWP) sekitar 1,8–2,1 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) dibandingkan dengan skenario pembuangan material sejenis ke tempat pembuangan akhir.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, program ini melibatkan sejumlah mitra dalam rangkaian pelatihan, produksi, dan pemasaran. Pelatihan dilaksanakan bersama Sentra Budi Perkasa, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palembang, serta Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang. Sementara itu, kegiatan produksi melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk Galeri Wong Kito, dengan dukungan jejaring lokal seperti Puskesmas Kertapati dan TPA Shakif Daycare untuk pemasaran.
Berdasarkan data yang dipaparkan perusahaan, program Palembang Kito Nian telah melibatkan 85 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Pendapatan rata-rata peserta dilaporkan mencapai sekitar Rp12 juta per orang per tahun, yang mencerminkan potensi kontribusi program terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Dampak program juga diukur melalui sejumlah indikator sosial. Indeks Kepuasan Masyarakat tercatat sebesar 3,85 atau setara dengan 96,27 persen, dengan kategori mutu A. Adapun nilai Social Return on Investment (SROI) mencapai 1,92, sedangkan Social License Index (SLI) tercatat sebesar 4,49 dan masuk kategori tinggi.
Untuk menjaga efektivitas dan keberlanjutan program, perusahaan menerapkan pemantauan dan evaluasi secara berkala serta pendekatan triple loop learning. Pendekatan tersebut digunakan untuk mendorong pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan program.
“Ke depan, kami berharap program ini tidak hanya memberikan dampak sosial dan ekonomi, tetapi juga menjadi model penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pembangkit listrik,” kata Rendi.
Program tersebut dipresentasikan melalui materi berjudul “Palembang Kito Nian (Kolaborasi Inovatif Organik & Natural Ingredients Keramasan)”, sejalan dengan tema TOP CSR Awards 2026, yakni “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”.
Dalam proses penjurian, tim PLN Indonesia Power UP Keramasan turut melibatkan perwakilan bidang keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan (K4L), bagian umum, serta pengembangan masyarakat. Tim juri antara lain terdiri atas Kusuma Prabandari dari Dwika Consulting, Ummu Azizah Mukarnawati dan Al Hadhy dari LKN Asta Cita, serta Ahmad Chury dari Majalah ItWorks–MSI Group yang bertindak sebagai moderator.
Melalui Palembang Kito Nian, PLN Indonesia Power UP Keramasan memperkuat pendekatan CSR yang menghubungkan pengelolaan limbah industri, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mendorong penciptaan nilai sosial dan lingkungan yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Bayu Prabowo
Sumber Foto : Humas PLN
