PLN UID S2JB Gelar Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Palembang

Sonora Palembang — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menggelar Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Auditorium PLN Icon Plus, Palembang, pada 28 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman berbagai pihak mengenai pentingnya keselamatan dalam aktivitas yang berdekatan dengan jaringan listrik.

Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Keselamatan Ketenagalistrikan untuk Ruang Usaha dan Ruang Publik yang Aman, Tertib, dan Berkelanjutan”, sosialisasi tersebut membahas potensi risiko aktivitas di sekitar jaringan listrik, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Ketenagalistrikan (SMK2), kepatuhan terhadap ketentuan teknis, serta pentingnya koordinasi lintas sektor.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan bahwa keselamatan ketenagalistrikan perlu menjadi pertimbangan sejak tahap perencanaan pekerjaan, khususnya kegiatan yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan listrik.

“Keselamatan ketenagalistrikan tidak berhenti pada bagaimana PLN mengelola jaringan dan instalasinya. Di luar itu, ada ruang yang digunakan bersama. Ada kegiatan usaha, pembangunan, reklame, kabel telekomunikasi, kendaraan dan alat berat, serta aktivitas masyarakat yang bersinggungan langsung dengan jaringan listrik. Karena itu, aspek keselamatan perlu diperhitungkan sejak kegiatan tersebut direncanakan, bukan setelah muncul persoalan,” ujar Diksi.

Menurut Diksi, upaya menjaga keselamatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, kontraktor, pengelola fasilitas publik, hingga masyarakat. Koordinasi sebelum pekerjaan dilaksanakan diperlukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan langkah pencegahan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta membahas sejumlah aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan ketenagalistrikan, antara lain pemasangan reklame dan tenda, penataan kabel telekomunikasi, pengoperasian kendaraan dan alat berat, serta pekerjaan konstruksi di sekitar jaringan listrik.

Koordinator Kebijakan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan, Didit Waskito, S.T., M.T., menekankan pentingnya penerapan ketentuan teknis dan koordinasi di lapangan untuk mencegah potensi insiden.

“Keselamatan ketenagalistrikan harus dibangun sejak tahap perencanaan dan menjadi bagian dari setiap aktivitas yang bersinggungan dengan instalasi tenaga listrik. Kepatuhan terhadap ketentuan teknis perlu berjalan bersama dengan koordinasi yang baik di lapangan sehingga potensi risiko dapat dikenali dan dicegah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Didit.

Sementara itu, Ketua DPW Masyarakat Konsumen Listrik Indonesia (MKLI) Provinsi Sumatera Selatan, Salman, menyampaikan bahwa masyarakat turut berperan dalam menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik. Ia menilai edukasi berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memahami potensi bahaya kelistrikan dan menerapkan langkah pencegahan dalam aktivitas sehari-hari.

 

“Masyarakat tentu membutuhkan pasokan listrik yang andal, tetapi keandalan itu harus berjalan beriringan dengan keselamatan. Karena itu, masyarakat juga perlu memahami risiko di sekitar jaringan listrik, menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait ketika akan melakukan pekerjaan di sekitar infrastruktur kelistrikan,” kata Salman.

 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, PLN UID S2JB mendorong penguatan koordinasi dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan ketenagalistrikan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha, pembangunan, dan pemanfaatan ruang publik yang lebih aman bagi pekerja maupun masyarakat.

Penulis : Bayu Prabowo

Sumber Foto : Koleksi Pribadi



Leave a Reply