- July 10, 2026
- Posted by: Achmad Aulia
- Category: Informasi
Sonora Palembang – Kayuagung, 6 Juli 2026 – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd., membagikan strategi praktis mentransformasikan skripsi menjadi artikel ilmiah dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI) Kayuagung, Senin (6/7/2026). Melalui materi bertajuk “Do’s and Don’ts: Tips in Transforming Thesis into a Research Article,” beliau mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap skripsi, dari sekadar syarat kelulusan menjadi karya ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa FKIP tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung, Dr. Dewi Sartika, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari budaya akademik yang perlu dibangun sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah. Mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian skripsi, tetapi mampu mengembangkan hasil penelitiannya menjadi artikel yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam paparannya, Prof. Annisa menjelaskan bahwa proses mengubah skripsi menjadi artikel jurnal bukan sekadar memangkas jumlah halaman, melainkan menyusun kembali hasil penelitian agar memenuhi standar penulisan ilmiah. Setiap bagian artikel, mulai dari judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, hingga daftar pustaka, harus disusun secara sistematis sesuai dengan pedoman jurnal yang dituju.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun pendahuluan berdasarkan kajian literatur terkini, menunjukkan research gap secara jelas, serta menjelaskan kebaruan penelitian sebagai nilai tambah sebuah artikel. Selain itu, metode penelitian harus menggambarkan prosedur penelitian secara rinci, sedangkan pembahasan harus mampu menginterpretasikan hasil penelitian dengan mengaitkannya pada teori dan penelitian sebelumnya.
“Skripsi dan artikel jurnal memiliki karakteristik yang berbeda. Skripsi disusun untuk memenuhi tuntutan akademik sebagai syarat kelulusan, sedangkan artikel jurnal bertujuan menyebarluaskan temuan penelitian kepada komunitas ilmiah. Oleh karena itu, penulis harus mampu menyajikan hasil penelitian secara ringkas, fokus, argumentatif, dan mengikuti standar penulisan jurnal ilmiah,” ujar Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd.
Selain memberikan berbagai strategi penulisan, Prof. Annisa juga mengingatkan peserta mengenai kesalahan-kesalahan yang masih sering ditemukan dalam artikel ilmiah, seperti penggunaan referensi yang tidak mutakhir, pendahuluan yang hanya merangkum penelitian terdahulu tanpa analisis, metode penelitian yang kurang rinci, hingga pembahasan yang hanya mengulang hasil penelitian tanpa memberikan interpretasi ilmiah. Menurutnya, kualitas sebuah artikel tidak hanya ditentukan oleh hasil penelitian, tetapi juga oleh kemampuan penulis membangun argumentasi akademik yang didukung referensi kredibel dan analisis yang mendalam.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Mahasiswa tampak antusias berdiskusi mengenai strategi memilih jurnal yang sesuai, menyusun artikel berdasarkan struktur IMRAD, serta meningkatkan peluang naskah diterima dalam proses peer review. Berbagai pengalaman Prof. Annisa sebagai guru besar dan peneliti memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh mahasiswa dalam mempersiapkan publikasi ilmiah.
Kuliah umum ini juga menghadirkan Dr. Darmawan Budiyanto, M.Pd. dari Universitas Tridinanti Palembang yang menyampaikan materi mengenai “Artificial Intelligence dalam Pendidikan: Peluang, Tantangan, dan Etika bagi Calon Guru.” Kehadiran kedua narasumber memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai pentingnya penguatan budaya akademik sekaligus kesiapan menghadapi transformasi pendidikan di era digital.
Melalui kegiatan ini, Prof. Dr. Annisa Astrid berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal ilmiah nasional maupun internasional. Menurutnya, budaya publikasi merupakan bagian dari tanggung jawab akademik sekaligus wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.”
