- October 10, 2024
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Feature
Lumut Balai – Di pegunungan terpencil Sumatera Selatan, M. Pebri Pratama (29) telah mengabdikan diri sebagai perwira di PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lumut Balai sejak 2018. Jarak yang jauh dan medan yang berat tak menyurutkan semangat Pebri untuk menyediakan energi bersih bagi masyarakat.
Masa Kecil yang Penuh Tantangan
Febri tumbuh dalam keluarga sederhana. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia menyaksikan langsung perjuangan ayahnya yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah koperasi. Dengan penghasilan yang pas-pasan, orangtuanya berjuang keras untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka.
“Saya melihat ayah bekerja keras untuk kami. Itu memotivasi saya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada,” ungkapnya.
Dari situ, Pebri belajar arti kerja keras dan tanggung jawab. Setiap pengorbanan orang tuanya membentuk tekadnya untuk tidak hanya melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga.
“Ketika dulu kami dari keluarga yang tidak berkecukupan dengan masa kecil yang penuh tantangan, saya harus lebih kuat dan tangguh dalam segala situasi,” ucap Pebri.
Dengan penghasilannya dari Pertamina, kini Pebri dapat menguliahkan adik-adiknya dan memberikan jaminan kesehatan serta tempat tinggal bagi keluarganya. “Keluarga adalah segalanya bagi saya. Setiap usaha yang saya lakukan di sini adalah untuk mereka, dimana saya memberikan dukungan keuangan untuk keluarga dan memastikan kesejahteraan keluarga dengan memastikan jaminan kesehatan dan menyediakan rumah untuk mereka,” tambahnya.

Keterasingan dan Kerinduan
Namun, dibalik semangat yang membara, Pebri juga merasakan kesepian yang mendalam. Jauh dari keluarga dan teman-temannya, ia menghadapi kesulitan dalam menjalin ikatan sosial. Sinyal telepon dan internet yang sering hilang menambah rasa kesedihan, membatasi komunikasi dengan orang-orang tercintanya. “Ada saat-saat ketika saya merasa sangat kesepian disini,” katanya. Sebagai perwira Pertamina yang ditempatkan di daerah terpencil, tantangan tersebut semakin berat.
“Namun, saya tahu bahwa pekerjaan ini penting. Saya tidak bisa membiarkan kesepian menghalangi saya,” jelas Pebri. Ia memahami pentingnya komunikasi yang baik di tempat kerja dan selalu berusaha menjalin hubungan positif dengan rekan-rekan kerja dan atasan. “Saya ingin menciptakan lingkungan yang mendukung agar kami bisa bekerja dengan baik bersama-sama,” tambahnya.

Kebanggaan di Balik Kesulitan
Di tengah berbagai tantangan, Pebri menemukan kebanggaan dalam pekerjaannya. Menyediakan energi hijau merupakan tujuan mulia yang memberinya rasa bangga. “Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari proyek ini. Energi hijau adalah masa depan, dan saya ingin berkontribusi pada hal itu,” ungkapnya. Ia juga menyadari bahwa teknologi geothermal belum banyak dikenal, dan bekerja di PGE menjadi kesempatan baginya untuk belajar dan mengembangkan diri.
“Setiap hari, saya belajar sesuatu yang baru. Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi tentang bagaimana saya bisa berkontribusi untuk lingkungan dan masyarakat,” tambah Pebri.
Pengakuan dan Apresiasi
Yuswardi, Jr Government and PR PT Pertamina Geothermal Energy Area Lumut Balai, memberikan apresiasi terhadap dedikasi Pebri dan rekan-rekannya yang bekerja di lokasi terpencil. “Mereka tetap mempertahankan kinerja meskipun jauh dari keluarga. Tanpa kerja keras mereka, proyek ini tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Semangat Juang dan Pengorbanan
Bagi Pebri, setiap tantangan adalah pelajaran berharga yang membentuk karakternya. “Setiap kesulitan adalah pelajaran bagi saya. Saya belajar untuk tetap tegar dan tidak menyerah,” ujarnya. Bekerja di PGE, menurutnya, memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ketika saya melihat masyarakat mendapatkan energi bersih, semua usaha terasa berharga,” tutup Pebri.
Penulis Achmad Aulia
Poto Koleksi Pribadi
