Resmikan Gedung Kantor Pansos Baru, Uskup: Rumah Harus Mempunyai Hati Bagi Siapapun

PALEMBANG  SONORA Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo adalah salah satu karya dari Komisi Pelayanan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Palembang.

Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo melakukan peresmian gedung kantor baru, Sabtu (12/9/2020), di Jl. Mangga Km. 11 Palembang.

Pada acara peresmian tersebut, dilakukan ibadat yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ., didampingi Pastor Boni, Pr., dan Pastor Sukari, Pr.

Dalam homilinya, Uskup Agung mengatakan, rumah yang dibangun, harus mempunyai dasar yang kuat. Dikatakannya, rumah membentuk orang.

“Rumah kecil, rumah besar, kadang-kadang membentuk orangnya, sikapnya. Ketika punya rumah besar, bagus, lalu kadang-kadang juga sikapnya terhadap orang lain bisa merendahkan, kalau kita tidak hati-hati. Maka, rumah bisa membentuk sikap orang,” ujar Uskup Agung, di hadapan umat Katolik yang mengikuti ibadat tersebut, Sabtu (12/9).

Menurut Uskup, dalam membangun rumah, yang pertama bukanlah soal bangunannya. Rumah yang dibangun, harus mempunyai hati.

“Itulah yang diharapkan. Rumah yang kita dirikan, keluarga-keluarga, tentu diharapkan adalah rumah yang terbuka, yang mempunyai hati bagi siapapun yang datang, yang terbuka untuk itu. Kristus mengharapkan kepada kita semua,” ungkapnya.

Umat yang mendirikan rumah, lanjut Uskup, tidak cukup dengan bahan-bahan material biasa. Umat diharapkan mendirikannya dengan dasar rohani.

“Kita tidak hanya mendirikan rumah di atas batu karang, batu yang kuat dan bahan-bahan yang kuat. Tapi, apakah kita mendirikan rumah-rumah kehidupan ini atas kerohanian? Tetapi, bagi kita orang beriman, kita mendirikan rumah di atas Yesus sendiri. Beriman pada Yesus,” ujarnya.

Uskup mengatakan, umat berpikir tentang rumah yang akan menjadi kantor Yayasan Pansos itu, tidak sekadar rumah. Tetapi, ada unsur spiritual di dalamnya.

“Artinya? Apa artinya pansos, pse, di tengah-tengah keuskupan, di tengah-tengah umat beriman, yang dalam ungkapan gereja-gereja Indonesia disebut pse panitia sosial ekonomi, komisi,” ungkapnya.

Pansos, sambung Uskup, adalah ungkapan gereja yang ingin peduli kepada kemanusiaan.

Dikatakannya, Paus Fransiskus mengharapkan agar gereja menampilkan perhatiannya terhadap kemanusiaan.

“Apalagi pada zaman ini. Pada zaman dunia dalam kesulitan. Di mana kehadiran gereja, kepedulian gereja, belas kasih gereja, bela rasa gereja terhadap kemanusiaan? Itu antara lain diungkapkan dalam gereja-gereja yang namanya keuskupan,” ujarnya.

Pansos merupakan komisi sosial ekonomi keuskupan-keuskupan di Indonesia. Di negara lain, komisi ini disebut Caritas.

“Caritas artinya cinta kasih. Yang mau diungkapkan dalam caritas-caritas atau pse itu adalah kehadiran gereja yang peduli pada kemanusiaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, perkantoran yayasan Pansos Bodronoyo berlokasi di Jalan Kolonel Atmo Palembang. Kini, lokasinya berada di Jalan Mangga Km. 11 Palembang.

 

Penulis: Bovend

Sumber Foto: Koleksi Pribadi



Leave a Reply