- February 27, 2021
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Artikel
PALEMBANG SONORA – Pandemi corona yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020 lalu berdampak signifikan terhadap berbagai lini bisnis. Namun, hal tersebut justru tidak berdampak signifikan terhadap salah satu perusahan teknologi ternama di Indonesia yakni PT Gojek Indonesia.
Sepanjang tahun 2020, berbagai pencapaian positif ditorehkan oleh perusahaan yang berdiri sejak tahun 2010 ini.
Michael Reza Say, Vice President Corporate Affairs Region Gojek Indonesia mengungkapkan, ditengah pandemi corona pada tahun 2020 lalu Gojek berhasil mencatatkan jumlah transaksi pengguna dalam seluruh layanan mencapai Rp. 170 triliun atau meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.
“Pandemi corona justru menjadi pemacu bagi kami untuk berfikir kreatif dalam menjalankan bisnis, meski pada awal PSBB kita agak sedikit kaget karena cukup terdampak terhadap bisnis,” katanya saat menjadi pembicara dalam Zoom Meeting yang bertajuk OBSAT: Obrolan Santuy Awal Tahun Bareng Gojek, Jum’at (26/02) kemarin.
Oleh karena itu, terdapat tiga strategi yang dilakukan Gojek dalam meraih pencapaian tersebut diantaranya melakukan otomasi, pengembangan investasi teknologi dan pemberdayaan SDM.
“Kita melakukan inovasi produk dengan cara memperkuat layanan otomasi melalui kerjasama dengan UMKM yang merupakan sektor yang membantu kita sustainable dari segi bisnis, apalagi sektor ini sangat bertumbuh di masa pandemi kemarin. Untuk menopang hal ini tentu dibutuhkan SDM yang unggul dan digitalisasi yang maksimal,” katanya.
Selain itu, Michael menambahkan, sepanjang tahun 2020 lalu dirinya mencatat jumlah total mitra Gojek terus bertumbuh signifikan.
“Pada tahun 2020 mitra kita mencapai 900 ribu atau mengalami peningkatan dari tahun 2019 yang berada di angka 500 ribu,” jelasnya.
Sedangkan pengguna aktif Gojek pada tahun 2020 lalu mencapai 38 juta pengguna setiap bulannya, dimana GoRide dan GoCar tumbuh 2 juta.
Michael membeberkan, berbagai pencapaian tersebut tentunya tidak terlepas dari peran Gojek yang terus melakukan komunikasi komprehensif terkait protokol kesehatan, memberikan informasi mengenai kesehatan dan rekomendasi bagi para pengguna serta mendukung kebijakan pemerintah terkait protokol kesehatan.
“Selain itu, aplikasi kita juga terhubung dengan aplikasi telemedicine dan layanan kesehatan serta kanal komunikasi kita yang efektif,” tutupnya.
Penulis : Fernando Oktareza
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
