- March 21, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Artikel, Berita, Berita Lokal, Berita Umum, Farmasi, Informasi, Kesehatan
PALEMBANG, SONORA – Terkait kondisi terakhir pandemi virus corona covid 19 di Sumsel, Juru bicara Satgas Kewaspadaan Covid 19 Sumsel Prof. DR. dr Yuwono, M.Biomed mengatakan bahwa sampai hari ini (21/03/2020) Sumsel masih negative yang terinfeksi virus corona, orang dalam pemantauan seluruhnya 88 orang, 78 orang sudah selesai pemantauan (sudah lewat masa inkubasi), pasien dalam pengawasan ada 9 orang, 6 orang sudah dinyatakan hasilnya negative dan sudah pulang, sekarang masih dalam pengawasan 3 orang.
“ supaya tidak ada hoax, inilah kondisi terkini, “ ucapnya.
Mengenai perlu tidaknya rapid test, Yuwono menjelaskan bahwa rapid test ada 2 macam yaitu berbasis antigen dan berbasis antibody, namun keduanya hanya bersifat semi quallitatif, untuk hasil yang akurat masih harus diuji dengan PCR.
“Rapid test dilakukan jika membludaknya kecurigaan orang orang positif covid 19, jika positif dengan rapid test masih harus dikonfirmasi dengan PCR ,” ucapnya.
Yuwono menjelaskan masih sedikitnya pengambilan sampel pemeriksaan di Indonesia menyebabkan tingkat fatalitasnya mencapai 8 %, Yuwono menyarankan 4 hal agar Sumsel tidak ikut terpapar covid 19, yaitu ; orang yang di Sumsel sebaiknya tidak keluar Sumsel, kemudian orang yang tidak punya kepentingan masuk ke Sumsel jangan masuk dulu, karena sifat penyebaran virus yang cepat, kemudian sebaiknya orang kalau tidak perlu tidak usah ke rumah sakit, karena rumah sakit tempat paling rawan terhadap kuman dan virus, serta menjaga kebersihan diri mulai dari tangan hingga seluruh tubuh.
Yuwono mengatakan ada empat gejala yang perlu dikenali terkait virus corona yaitu : batuk, pilek, demam 38 derajat, dan sesak nafas.
“kalau ada dua gejala diatas patut dicurigai, bila sesak nafas harus segera dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.
Yuwono berharap agar masyarakat jangan takut namun jangan meremehkan dan tetap waspada.
“bantu kami petugas kesehatan, masyarakat tidak perlu ke rumah sakit kalau tidak perlu, supaya tidak menambah resiko terpapar, karena rumah sakit banyak terpapar Kuman dan virus, “ tutupnya
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
